
Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang terus menciptakan sistem pendidikan yang adil dan merata, melalui mekanisme Seleksi Masuk Peserta Didik Baru (SMPB).
Salah satu jalur yang kini mendapat perhatian masyarakat adalah jalur domisili, yang dirancang bukan untuk membatasi, melainkan justru memperluas akses pendidikan bagi semua lapisan.
Plt Kepala Disdikbud Bontang, Saparuddin, menegaskan bahwa jalur domisili bukan bentuk ketidakadilan, tetapi strategi untuk memastikan bahwa setiap anak dapat bersekolah di lokasi terdekat dari tempat tinggalnya, demi mengurangi hambatan transportasi dan waktu tempuh.
“Jalur domisili tidak dimaksudkan untuk mengistimewakan siapa pun, melainkan untuk memastikan anak-anak bisa bersekolah dekat dengan tempat tinggalnya agar tidak terkendala transportasi dan waktu,” terang Saparuddin saat dikonfirmasi, Jumat (2/5/2025).
Ia mengatakan, skema dalam sistem tersebut menggunakan dua tahap. Tahap pertama mencakup jalur domisili dan afirmasi. Sedangkan, tahap kedua dibuka untuk jalur prestasi dan nilai akademik murni berdasarkan ijazah. Dengan sistem ini, siswa memiliki lebih dari satu peluang untuk mendaftar dan diterima di sekolah negeri.
“Sebenarnya sistem ini sudah sangat fleksibel. Tidak diterima di jalur pertama bukan berarti peluang tertutup. Masih ada ruang bersaing di tahap selanjutnya,” jelasnya.
Saparuddin menjelaskan, sistem berlapis ini dirancang untuk mengakomodasi keberagaman kondisi siswa.
Menurutnya, anak-anak yang unggul secara akademik maupun yang berasal dari keluarga prasejahtera, semuanya mendapat ruang yang adil dan proporsional dalam proses seleksi.
“Jalur afirmasi. Semisal, diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Jika kuota jalur ini penuh, mereka tetap dapat bersaing lewat jalur akademik. Tidak ada satu pun yang langsung tertutup jalurnya,” tambahnya.
Dengan langkah ini, Disdikbud Bontang memastikan seluruh proses seleksi tidak hanya menekankan nilai, tetapi juga aspek keadilan sosial sebagai bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi semua.
“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak di Bontang yang tertinggal hanya karena persoalan akses atau latar belakang ekonomi,” tandasnya. (Adv/Rae)












Leave a Reply