BONTANG – Pemkot Bontang terus berkomitmen mempercepat penurunan prevalensi stunting, dengan memperkuat perubahan perilaku masyarakat melalui komunikasi yang efektif dan berkelanjutan.
Kampanye perubahan perilaku ialah serangkaian upaya terencana yang bertujuan untuk menggerakkan target audiens dari sekadar tahu menjadi mengambil tindakan nyata. Kampanye ini umum dipakai dalam isu kesehatan (seperti pencegahan stunting dan gizi) serta lingkungan.
Bahkan, kampanye perubahan perilaku merupakan salah satu pilar utama dalam Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) NO 72/2021. Dalam Perpres ini mengatur, yakni pertama strategi nasional percepatan penurunan stunting. Kedua, penyelenggaraan percepatan penurunan stunting. Ketiga, koordinasi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting. Keempat, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan. Terakhir, pendanaan.
Adapun wujud nyata yang telah dilaksanakan, yakni Orientasi Penguatan Komunikator Metode Komunikasi Antar Pribadi (KAP) Bagi Petugas Kesehatan (Nakes), di Ballroom Hotel Equator, Jalan Pupuk Raya, Guntung, Bontang Utara, Rabu (3/6/2026).
“Kami terus lakukan percepatan penurunan angka stunting tahun ini dengan berbagai strategi. Salah satunya giat yang dilaksanakan oleh Dinas kesehatan (Dinkes) Bontang yang meningkatkan kapasitas komunikasi bagi 71 Nakes,” kata Neni Moernaeni saat dikonfirmasi, Rabu (3/6).
Ia mengatakan, stunting ialah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan. Pelaksanaan percepatan penurunan stunting meliputi kelompok sasaran: remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak berusia 0 (nol) – 59 (lima puluh sembilan) bulan.
Sehingga, edukasi kesehatan, khususnya terkait gizi dan pola hidup sehat, perlu terus diperkuat guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga. Upaya tersebut dinilai penting untuk mendukung pencegahan stunting sejak dini.
“Peningkatan kapasitas komunikator kesehatan tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya promotif dan preventif di lapangan sehingga mendukung percepatan penurunan stunting di Bontang,” tandasnya. (Adv)














Leave a Reply