
Bontang – Upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan terus dilakukan Puskesmas Bontang Selatan II. Terbaru, mereka meluncurkan inovasi Sigap BS-2 (Sistem Gerak Aktif Pendaftaran), sebuah program yang dirancang untuk mengurai antrean panjang pasien dan mempercepat proses pelayanan.
Kepala Puskesmas Bontang Selatan II, dr. Livia Fitriati, menjelaskan Sigap BS-2 hadir dengan lima prinsip utama yang disebut 5T yakni tanggap sosialisasi JKN Mobile, tanggap aktivasi JKN Mobile, tanggap keluhan pelanggan, tanggap pasien prioritas, serta tanggap penyalahgunaan wewenang di pelayanan.
“Latar belakang inovasi ini adalah antrean pasien yang biasanya menumpuk di pagi hari. Dengan Sigap BS-2, masyarakat diarahkan untuk beralih ke digital melalui aplikasi Mobile JKN,” terangnya, Kamis (2/10/2025).
Melalui aplikasi Mobile JKN, pasien kini bisa mendaftar dari rumah tanpa perlu antre lama di puskesmas. Mereka cukup melakukan registrasi online, datang sesuai jadwal, lalu melakukan check-in. Sistem ini juga memberikan estimasi waktu pelayanan sehingga lebih transparan dan efisien.
“Dulu petugas pendaftaran harus memanggil satu per satu dan menginput data manual. Sekarang jauh lebih cepat. Pasien tinggal cek in dan langsung menunggu sesuai estimasi,” lanjut dia.
Selain mempermudah pendaftaran, petugas front office juga berperan aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang belum terbiasa menggunakan aplikasi. Bahkan jika pasien kesulitan mengunduh atau mendaftar, petugas akan membantu langsung.
Tak hanya itu, inovasi Sigap BS-2 menempatkan petugas pendaftaran sebagai garda depan penerima keluhan dan masukan pasien. Dengan begitu, setiap permasalahan layanan bisa segera ditangani tanpa harus menunggu lama.
“Inovasi ini bukan hanya soal digitalisasi, tapi juga bagaimana petugas lebih sigap dalam melayani. Pasien prioritas tetap diprioritaskan, dan potensi penyalahgunaan wewenang di pelayanan bisa diminimalisir,” tutupnnya.
Dengan hadirnya Sigap BS-2, Puskesmas Bontang Selatan II berharap masyarakat semakin nyaman memanfaatkan layanan kesehatan, sekaligus mendorong transformasi digital di bidang kesehatan. (Re)











Leave a Reply