
Bontang – RSUD Taman Husada Bontang tengah bersiap untuk tampil dalam ajang Bontang City Carnival (BCC) 2025 yang akan digelar pada Sabtu, 25 Oktober mendatang. Rumah sakit milik Pemerintah Kota Bontang itu akan mengusung tema budaya Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai bentuk partisipasi dalam pelestarian budaya sekaligus memperkuat semangat kebersamaan ASN.
Kepala Bagian Hukum, Humas, dan Kerja Sama RSUD Taman Husada, Syariful Rahman, mengatakan partisipasi RSUD dalam kegiatan tersebut menjadi momentum memperlihatkan sisi humanis ASN di lingkungan rumah sakit. Melalui ajang budaya ini, RSUD ingin menunjukkan bahwa tenaga kesehatan juga dapat berperan aktif dalam mempererat hubungan sosial dan melestarikan budaya bangsa.
“Tahun ini kami tampil dengan nuansa budaya NTT. Partisipasi ini bukan sekadar untuk memeriahkan acara, tapi juga bentuk kebersamaan ASN RSUD dalam mendukung kegiatan Pemerintah Kota Bontang,” ujarnya, Sabtu (18/10/2025).
Ia menjelaskan, sebanyak 30 peserta dari RSUD akan ambil bagian dalam pawai, termasuk tim penari tradisional dan pendamping. Mereka akan mengenakan busana adat khas NTT dan menampilkan koreografi pembuka yang menggambarkan semangat gotong royong dan kegembiraan masyarakat Timur.
“Budaya NTT dikenal penuh warna dan sarat makna kebersamaan. Itu sejalan dengan semangat kerja ASN di RSUD yang selalu mengedepankan kerja sama dan empati,” terang pria yang akrab disapa Ayib ini.
Ayib bilanbg, saat ini pihaknya masih mematangkan sejumlah persiapan, mulai dari formasi barisan, pemilihan busana, hingga properti pendukung yang akan digunakan dalam parade. Semua detail disiapkan agar penampilan RSUD tampil maksimal dan tetap menjaga nilai kesopanan serta profesionalitas.
“Kami sudah melakukan pra-rapat dan latihan awal. Intinya, kami ingin tampil tertib, rapi, dan tetap menonjolkan karakter budaya NTT yang kuat,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan RSUD dalam BCC bukan hanya tentang menampilkan budaya, tetapi juga memperkuat citra positif rumah sakit sebagai lembaga publik yang dekat dengan masyarakat.
“Lewat kegiatan budaya seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa RSUD bukan hanya tempat berobat, tapi juga bagian dari masyarakat yang peduli pada pelestarian budaya dan semangat kebersamaan,” pungkasnya. (MH)












Leave a Reply