Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) terus memperkuat strategi hilirisasi industri sebagai langkah mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dua komoditas yang kini menjadi fokus utama pengembangan adalah sawit dan soda ash, yang dinilai memiliki potensi besar untuk menghasilkan produk turunan bernilai tinggi.
Kepala Bidang Penanaman Modal DPM-PTSP Bontang, Karel, menjelaskan bahwa hilirisasi tidak hanya berkaitan dengan menambah kapasitas produksi, tetapi juga menciptakan rantai pasok yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan dunia usaha. Dengan mendorong industri pengolahan di Bontang, nilai tambah dari komoditas tersebut dapat dirasakan langsung di daerah.
“Kami fokus membangun kawasan industri hilir yang mampu menarik investor untuk mengembangkan produk turunan. Ini bukan sekadar investasi, tetapi membangun ekosistem ekonomi baru,” tuturnya, Minggu (2/11/2025).
Produk turunan sawit seperti fatty acid dan fatty amine memiliki pasar yang besar di industri kosmetik, farmasi, hingga bahan pembersih. Sementara itu, turunan soda ash dapat dimanfaatkan pada industri kimia, pupuk, dan material berbasis amoniak yang memiliki daya saing internasional.
Ia menilai bahwa permintaan terhadap produk-produk tersebut terus meningkat seiring perkembangan kebutuhan industri global. Hal ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat daya saing Bontang sebagai pusat hilirisasi di kawasan Indonesia bagian timur.
Ia mencontohkan PT Energi Unggul Persada (EUP) yang telah memulai produksi bahan kecantikan dan sabun berbasis sawit sebagai bukti nyata bahwa hilirisasi dapat berjalan dan memberikan nilai tambah nyata bagi perekonomian daerah.
Didukung infrastruktur pelabuhan dan akses laut langsung, Bontang memiliki posisi yang sangat kompetitif dalam hal distribusi dan logistik. Hal ini membuat kota ini semakin menarik bagi calon investor yang bergerak di sektor industri kimia dan turunan sawit.
“Dengan kesiapan kawasan industri dan arah kebijakan yang konsisten, Bontang berpeluang menjadi pusat ekonomi berbasis hilirisasi yang kuat dan berkelanjutan,” tegasnya. (MH)














Leave a Reply