Disdik Bontang Perkuat Tata Kelola PAUD dan Kesetaraan Lewat Digitalisasi Sistem Pendidikan

Foto bersama peserta pelatihan penggunaan aplikasi digital Dapodik, ARKAS, dan SIPLah. (Doc. Populismedia)

Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang terus menggelar peningkatan kualitas pengelolaan pendidikan anak usia dini (PAUD)dan pendidikan kesetaraan.

Dalam gelaran ini sekaligus diberikan pelatihan penggunaan aplikasi digital Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (Arkas) dan Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (Siplah). Kegiatan berlangsung dua hari, sejak Selasa hingga Rabu (20–21/5/2025).

Pelatihan ini menyasar satuan pendidikan PAUD serta program kesetaraan (Paket A, B, dan C) dengan lokasi terpisah. PAUD dipusatkan di Aula SMA YPK.

Sedangkan program kesetaraan digelar di lantai dua Gedung Tupperware. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Disdikbud memperkuat tata kelola dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (Bosp) melalui sistem digital yang mulai diimplementasikan sejak 2024.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Yuti Nurhayati menjelaskan, kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman penanggung jawab dan operator satuan pendidikan terhadap sistem pengelolaan dana BOP.

“Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun untuk mengakomodasi dinamika pergantian operator dan penanggung jawab Bosp di satuan pendidikan,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (20/5).

Ia menegaskan, pelatihan tersebut tidak hanya fokus pada penggunaan aplikasi, tetapi juga membahas permasalahan teknis yang kerap dihadapi di lapangan.

Para peserta dibekali materi seputar perencanaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, hingga pelaporan dana secara digital. “Tujuannya agar pengelolaan dana lebih akuntabel, transparan, dan sesuai regulasi,” katanya.

Jumlah peserta pelatihan Bosp PAUD mencapai 300 orang, sedangkan untuk kesetaraan sekitar 50 orang. Para narasumber terdiri dari unsur profesional pendidikan, tim teknis ARKAS, serta mitra pendamping seperti IGGI dan Perpal. Pelibatan organisasi mitra juga dinilai strategis karena mereka menjadi garda terdepan dalam mendampingi satuan pendidikan.

Asdar Ibrahim, Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Masyarakat dan SDM mewakili Wali Kota Bontang, secara resmi membuka kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa digitalisasi pengelolaan pendidikan adalah bentuk komitmen Pemkot Bontang dalam mencetak generasi unggul yang sejalan dengan misi nasional menuju Generasi Emas 2045.

“Melalui pelatihan ini, pemerintah berharap para pendidik dan pengelola PAUD serta kesetaraan mampu menerapkan sistem pertanggungjawaban yang transparan dan efisien,” ujar Asdar.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi untuk mengatasi tantangan teknis yang dihadapi di lapangan.

Pun Disdikbud Bontang berharap hasil dari pelatihan ini dapat meningkatkan akurasi data pendidikan dan memperkuat integrasi tiga sistem utama: Dapodik, ARKAS, dan SIPLah. Dengan begitu, pengambilan kebijakan dan alokasi anggaran ke depan bisa lebih tepat sasaran.

“Jalan menuju pendidikan berkualitas yang menyenangkan dan bermartabat bisa tercapai jika kita terus berkomitmen saling menguatkan,” tutup Yuti dalam sambutannya. (Adv/Rae)