BONTANG – SMP Negeri 7 Bontang tengah mempersiapkan, kegiatan kokurikuler berbasis pembelajaran lapangan.
Adapun teknis pelaksanaan program tersebut, yakni mengajak peserta didik mempelajari secara langsung proses pengelolaan sampah, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Bontang Lestari.
Program ini menjadi bagian dari penguatan pendidikan lingkungan yang tidak hanya menitikberatkan pada pembelajaran teori di kelas, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada siswa agar memahami alur pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Kepala SMP Negeri 7 Bontang, Norhayati, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan gambaran nyata kepada siswa mengenai proses pengelolaan sampah dari awal hingga akhir.
Menurutnya, sebelum rencana kunjungan ke TPA dilakukan, siswa telah dibiasakan melakukan pemilahan sampah di lingkungan sekolah sebagai dasar pemahaman awal.
“Anak-anak sudah kami biasakan memilah sampah di sekolah. Dengan begitu, saat ke TPA nanti mereka bisa menghubungkan apa yang dilakukan di sekolah dengan proses sebenarnya di lapangan,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, program kokurikuler tersebut saat ini masih dalam tahap persiapan dan direncanakan untuk siswa kelas VII. Adapun, waktu pelaksanaan program digelar pada Mei 2026 mendatang.
Nantinya, kokurikuler di sekolah dikemas secara tematik agar pembelajaran lebih kontekstual dan relevan dengan isu yang ada di masyarakat.
“Kami targetkan kegiatan ini bisa terlaksana pada Mei tahun ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha menilai kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat karakter peduli lingkungan sejak dini.
Harapannya, giat ini jadi percontohan bagi sekolah lain. Sebab, pembelajaran ini lebih kontekstual.
“Siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat langsung proses pengelolaan sampah yang ada di masyarakat,” tandasnya. (Adv)














Leave a Reply