
Bontang – Komitmen Pemkot Bontang dalam memajukan dunia pendidikan kembali diwujudkan secara nyata.
Kali ini, perhatian khusus diberikan kepada para pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dengan dinaikkannya insentif bulanan dari sebelumnya Rp 1,1 juta menjadi Rp 2 juta.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD, dalam momen Kirab Budaya Anak PAUD se-Kecamatan Bontang Utara, Senin (26/5/2025).
Kenaikan insentif ini disambut antusias oleh para tenaga pendidik dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang.
Plt Kepala Disdikbud Saparuddin menuturkan, kebijakan tersebut akan mulai direalisasikan melalui APBD Perubahan 2025.
“Tidak hanya guru PAUD, guru SD dan SMP juga akan mendapatkan kenaikan insentif. Ini adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan guru,” ujar Saparuddin saat dikonfirmasi, Senin malam (26/5/2025).
Ia menekankan, kebijakan ini bukan sekadar penghargaan atas dedikasi guru, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk peningkatan kualitas pendidikan di Kota Bontang.
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan para pendidik.
“Kalau bicara pendidikan, tidak cukup hanya membangun gedung. SDM yang mengisi ruang-ruang kelas itu juga harus kita perhatikan. Guru adalah kunci,” tegasnya.
Ia berharap, dengan adanya peningkatan insentif ini, motivasi dan semangat mengajar guru semakin meningkat, terutama di tengah masa transisi penerapan Kurikulum Merdeka.
Bahkan, Insentif ini juga menjadi dorongan moral bagi para guru di wilayah terpencil, termasuk pesisir.
Sementara itu, Kepala PAUD Kasih Bunda 2 Gusung Gusliana menyampaikan, rasa terima kasih dan apresiasinya atas perhatian Pemkot Bontang.
Menurutnya, kenaikan insentif bukan hanya soal angka, tetapi juga bentuk pengakuan terhadap kerja keras guru di lapangan.
Harapannya, di bawah kepemimpinan Neni Moerniaeni dan Agus Haris, perhatian terhadap pendidikan usia dini dapat terus ditingkatkan dan dijadikan program prioritas.
“Sebagai guru di wilayah pesisir, saya sangat bersyukur. Semoga realisasinya segera berjalan dan bukan hanya menjadi wacana. Ini sangat berarti bagi kami,” tandasnya. (Adv/Rae)












Leave a Reply