Bontang – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Bontang menegaskan bahwa percepatan layanan perizinan memiliki korelasi langsung dengan meningkatnya minat permodalan di daerah. Reformasi layanan yang dilakukan selama dua tahun terakhir disebut menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor, sekaligus mendorong penanaman modal yang lebih besar.
Kepala Bidang Penanaman Modal DPM-PTSP Kota Bontang, Karel, menjelaskan bahwa kemudahan perizinan berperan sebagai pintu awal yang menentukan apakah investor bersedia menanamkan modalnya atau tidak. Semakin cepat proses izin, semakin kecil pula risiko penundaan investasi.
“Ketika izin jelas dan tidak berbelit, investor tidak ragu untuk mengeksekusi modal. Perizinan itu fondasi, dan mempengaruhi langsung seberapa cepat modal berputar di daerah,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Ia bilang, sistem OSS yang sudah full digital membuat investor dapat menyiapkan dokumen dan mengurus perizinan tanpa harus datang ke kantor. Transparansi dan keterbukaan proses ini memberi rasa aman terhadap pelaku usaha yang ingin segera menjalankan aktivitas investasinya.
Selain itu, DPM-PTSP Bontang juga menyediakan layanan konsultasi harian untuk memastikan setiap pengusaha. Baik lokal maupun luar daerah, memahami syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi. Pendampingan ini membuat proses investasi tidak hanya cepat, tetapi juga tepat dan minim kesalahan.
“Ketika izin selesai tepat waktu, modal bisa langsung bergerak. Ini yang akhirnya mendorong realisasi investasi meningkat, karena tidak ada lagi bottleneck administrasi,” jelasnya.
Kata fia, pemerintah daerah sangat menyadari hubungan erat antara perizinan dan permodalan. Jika proses izin lambat, investor akan menunda atau bahkan membatalkan rencana investasinya. Sebaliknya, percepatan layanan akan memperkuat daya saing Bontang di tengah persaingan antar daerah.
Ia optimistis, dengan komitmen DPM-PTSP Bontang menjaga efisiensi perizinan, pertumbuhan modal masuk ke Bontang akan terus meningkat, terutama dengan posisi kota yang strategis sebagai penyangga IKN dan kawasan industri petrokimia.
“Tujuan kami sederhana: izin tidak ribet, modal bisa berjalan, dan ekonomi daerah ikut tumbuh,” pungkasnya. (MH)












Leave a Reply