BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang mendorong, seluruh SMP negeri berinovasi ciptakan sekolah ramah anak.
Gaung ini disampaikan Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha. Menyusul capaian SMP Negeri 9 Bontang yang meraih penghargaan Lembaga Perlindungan Khusus Ramah Anak (LPKRA), kategori Madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA-RI), di Jakarta, Rabu (7/4/2026).
Ia mengatakan, penerapan konsep sekolah ramah anak menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran yang berkualitas.
Menurutnya, lingkungan yang aman dan inklusif dapat meningkatkan kenyamanan siswa dalam belajar, sekaligus menunjang perkembangan mereka secara optimal.
“Kami mendorong sekolah lain bisa ikuti dengan menghadirkan lingkungan belajar yang ramah anak,” kata Safa -sapaan akrabnya – saat dikonfirmasi, Sabtu (11/4/2026).
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 9 Bontang, Lilyn Indriyawati, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Termasuk dukungan dari Disdikbud dan OPD terkait.
Menurutnya, penghargaan LPKRA jadi tanggung jawab untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang berorientasi pada perlindungan anak.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus konsisten. Harapannya, ini juga bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang menghargai hak dan martabat anak,” tandasnya. (Adv)













Leave a Reply