
Bontang – Puskesmas Bontang Selatan II terus berupaya meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat edukasi kesehatan kepada masyarakat. Salah satu terobosan yang dihadirkan adalah program “Secangkir Emas BS-2”, sebuah inovasi yang berfokus pada penyampaian capaian kinerja, informasi kesehatan, hingga program-program pelayanan puskesmas secara terbuka.
Kepala Puskesmas Bontang Selatan II, dr. Livia Fitriati, menjelaskan bahwa “Secangkir Emas BS-2” merupakan singkatan dari Seputar Capaian Kinerja Puskesmas Bontang Selatan II. Melalui program ini, masyarakat dapat lebih mudah mengetahui perkembangan capaian puskesmas, sekaligus memperoleh edukasi terkait pencegahan penyakit maupun pola hidup sehat.
“Intinya, kami ingin semua informasi bisa tersampaikan dengan cara yang sederhana, jelas, dan mudah dipahami. Baik itu capaian kinerja, data kesehatan, maupun edukasi tentang penyakit dan program layanan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (2/10/2025).
Ia menambahkan, selama ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa saja yang sudah dilakukan puskesmas. Padahal, informasi tersebut penting agar warga bisa ikut mendukung upaya pencegahan dan penanganan penyakit. Melalui inovasi ini, masyarakat tak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga bisa merasa lebih dekat dengan layanan kesehatan.
“Misalnya, ketika ada capaian program imunisasi atau pencegahan stunting, itu kami sampaikan dalam Secangkir Emas. Begitu juga edukasi soal penyakit menular maupun pola hidup sehat. Harapannya masyarakat makin sadar pentingnya menjaga kesehatan,” terangnya.
Selain untuk edukasi, inovasi ini juga menjadi sarana transparansi kinerja. Masyarakat bisa menilai sejauh mana peran puskesmas dalam memberikan pelayanan.
“Kami ingin masyarakat percaya bahwa semua program benar-benar dijalankan, dan mereka berhak tahu capaian apa saja yang sudah didapatkan,” ucapnya.
Dengan hadirnya “Secangkir Emas BS-2”, Puskesmas Bontang Selatan II berharap bisa membangun komunikasi yang lebih intens dengan masyarakat. Transparansi informasi diyakini dapat memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan dan warga, sehingga upaya mewujudkan masyarakat sehat bisa lebih optimal. (Re)












Leave a Reply