
Bontang – Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia, Puskesmas Bontang Selatan II menghadirkan inovasi kegiatan edukatif bertajuk Peri Gemes atau Peringatan Hari AIDS Sedunia dengan Games dan Pengolahan Barang Bekas. Program ini menjadi bagian dari strategi pencegahan dan pengendalian penyakit menular yang dikemas lebih kreatif dan dekat dengan masyarakat.
Kepala Puskesmas Bontang Selatan II, dr. Livia Fitriati, menjelaskan bahwa Peri Gemes bukan hanya sekadar peringatan tahunan, tetapi juga upaya nyata meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya HIV/AIDS.
“Kita tidak hanya sebatas sosialisasi, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan HIV di sejumlah lokasi, terutama area hiburan yang banyak dikunjungi masyarakat,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).
Menurut dr. Livia, pendekatan dengan konsep games dan pengolahan barang bekas dipilih agar pesan kesehatan lebih mudah diterima masyarakat. Selain mengedukasi tentang HIV/AIDS, kegiatan ini juga memberikan pesan tentang pentingnya gaya hidup bersih dan sehat.
“Kita ingin masyarakat terlibat aktif. Dengan media permainan dan kreativitas, mereka bisa belajar tanpa merasa digurui,” terangnya.
Selain fokus pada HIV/AIDS, Peri Gemes juga disandingkan dengan upaya pengendalian penyakit tidak menular. Pemeriksaan kesehatan lingkungan di tempat hiburan dan edukasi pola hidup sehat turut menjadi bagian dari kegiatan ini.
“Kami ingin pendekatannya menyeluruh, karena kesehatan itu tidak bisa dipisahkan antara penyakit menular dan tidak menular,” jelasnya.
dr. Livia menyebutkan bahwa saat ini Puskesmas Bontang Selatan II memiliki lima program unggulan yang terus berjalan. Peri Gemes menjadi salah satu program yang paling ditunggu masyarakat karena menggabungkan pemeriksaan kesehatan dengan kegiatan yang menyenangkan. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi warga dalam deteksi dini penyakit.
Puskesmas juga menggandeng sejumlah komunitas dan relawan kesehatan untuk menyukseskan kegiatan ini. Dengan adanya kolaborasi, cakupan sasaran semakin luas, terutama bagi kelompok rentan yang berisiko tinggi terpapar HIV/AIDS.
“Kunci dari keberhasilan program ini adalah kolaborasi, karena puskesmas tidak bisa berjalan sendiri,” tegasnya.
Melalui Peri Gemes, Puskesmas Bontang Selatan II berharap masyarakat lebih sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Momentum Hari AIDS Sedunia juga dijadikan pengingat bahwa HIV/AIDS masih menjadi ancaman yang nyata, sehingga pencegahan melalui edukasi dan deteksi dini harus terus digalakkan. (Re)












Leave a Reply