Bontang – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus mendorong pemerataan akses pendidikan bagi seluruh peserta didik.
Tahun depan, pemerintah daerah akan menggulirkan program Kartu Bontang Pintar, yang menyasar 29 ribu pelajar mulai jenjang PAUD hingga SMP.
Program ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat dukungan pendidikan bagi siswa di daerah.
Melalui kartu tersebut, setiap pelajar akan menerima bantuan senilai Rp1 juta, dengan total anggaran mencapai Rp29 miliar. Dana itu difokuskan untuk menunjang kebutuhan belajar yang tidak terfasilitasi oleh Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menjelaskan bahwa manfaat dari kartu ini akan dirasakan langsung oleh siswa, karena bisa digunakan untuk membeli Lembar Kerja Siswa (LKS), perlengkapan praktikum, serta keperluan belajar lain.
“Program ini kami rancang agar bantuan pendidikan bisa lebih tepat sasaran dan memberikan kemudahan bagi siswa untuk memenuhi kebutuhan pendidikannya,” ujar Abdu Safa, Selasa (11/11/2025).

Ia menambahkan, penyaluran bantuan akan dilakukan melalui Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), sebab program tersebut masuk dalam kategori bantuan sosial berbasis pendanaan.
“Disdikbud berperan dalam pendataan dan validasi penerima, sementara mekanisme pencairannya diatur oleh Kesra,” jelasnya.
Direncanakan mulai bergulir pada 2026, Kartu Bontang Pintar diharapkan menjadi stimulus baru dalam memperkuat kualitas pendidikan, sekaligus wujud perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan pelajar di Kota Bontang.
“Jika berjalan sesuai rencana, kami yakin program ini dapat memberikan dampak besar bagi kemajuan pendidikan di Bontang,” tutup Abdu Safa. (Adv/Azi)












Leave a Reply