BONTANG – SMP Negeri 2 Bontang menargetkan penghargaan Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), dengan sejumlah program tentang peduli lingkungan.
Namun, sebelum merilis program tersebut, akan membentuk Kelompok Kerja (Pokja) lingkungan hidup yang melibatkan guru, tenaga kependidikan, dan siswa.
Sehingga, raihan penghargaan Adiwiyata bisa diraih, pada 2027 mendatang
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 2 Bontang, Jumadi, mengatakan Pokja dibentuk untuk mendukung program berbudaya lingkungan.
Semisal, kini siswa dan guru pendamping telah memiliki
produk bernilai guna, seperti kursi yang terbuat dari daur ulang botol air kemasan.
Termasuk, kegiatan gotong royong rutin yang melibatkan seluruh warga sekolah untuk menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan.
“Program ini menjadi bagian dari upaya pembiasaan agar seluruh warga sekolah memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” kata Jumadi saat dikonfirmasi, Jumat (24/4).
Tidak hanya itu, ia mengatakan, siswa juga dilibatkan secara aktif dalam kegiatan pertanian sederhana di lingkungan sekolah.
Program ini diharapkan mampu menumbuhkan karakter peduli lingkungan sekaligus memberikan pengalaman praktik langsung kepada peserta didik.
“Kami optimis dapat meraih penghargaan dari KLH melalui berbagai program yang telah disiapkan secara bertahap,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang Abdu Safa Muha mengatakan, terus melakukan pembinaan bagi SMP Negeri 2 agar raih penghargaan Adiwiyata.
“Kami dukung lingkungan sekolah yang sehat, asri, dan berkelanjutan sebagai bagian dari persiapan menuju Adiwiyata 2027,” tandasnya. (Adv)














Leave a Reply