BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang terus membina satuan pendidikan atau sekolah, dalam mempertahankan penghargaan Adiwiyata Mandiri.
Salah satu sekolah yang turut mendapat perhatian, karena telah menerima penghargaan Adiwiyata Mandiri, yakni SD Negeri 008 Bontang Utara (BU), di Jalan Parikesit, Bontang Baru.
Kadisdikbud Bontang Abdu Safa Muha mengatakan, konsistensi dan inovasi tentang program lingkungan hidup yang diterapkan disekolah menjadi kunci utama dalam mempertahankan predikat Adiwiyata Mandiri.
Bahkan, keterlibatan semua warga sekolah dalam program tersebut jadi indikator penilaian.
“Sekolah yang sudah meraih Adiwiyata Mandiri harus mampu menjaga keberlanjutan program lingkungannya. SDN 008 BU kami nilai telah menunjukkan komitmen tersebut,” kata Safa Muha saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2026).
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri 008 BU, Masitah, mengatakan berbagai upaya pengelolaan lingkungan dilakukan secara konsisten agar capaian tersebut tetap terjaga.
Menurutnya, mempertahankan status Adiwiyata Mandiri bukan perkara mudah. Apabila tidak dikelola dengan baik, sekolah berpotensi kehilangan predikat tersebut dan harus memulai kembali dari awal.
Sebagai langkah konkret, kini sekolah tengah menyiapkan sekitar 700 tanaman untuk memperkuat ekosistem hijau di lingkungan sekolah. Diantaranya, mahoni, pala, langsat, duku, rambutan, kelengkeng, jeruk, belimbing, mangga, sawo, melinjo, kopi, kakao, hingga pohon khas Kalimantan, ulin.
Rerata tanaman yang telah dibudidayakan berfungsi sebagai penghijauan dan bernilai konservasi.
Semisal, keberadaan tanaman ulin menjadi salah satu nilai tambah karena tidak semua sekolah memiliki koleksi tersebut.
“Program lingkungan di sekolah ini juga melibatkan partisipasi aktif seluruh warga sekolah, mulai dari siswa hingga orang tua. Selain itu, setiap guru diwajibkan memiliki dan merawat satu pot tanaman dengan jenis berbeda,” terangnya.
Sehingga, ia menjelaskan, sebanyak 36 tenaga pendidik yang menerapkan kebijakan tersebut menghasilkan variasi tanaman di lingkungan sekolah.
Kini, fokusnya mempertahankan penghargaan Adiwiyata Mandiri dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), sekolah juga mulai membuka peluang untuk meraih penghargaan Adiwiyata tingkat ASEAN.
“Penghargaan Adiwiyata Mandiri merupakan penghargaan tertinggi dalam program sekolah berbudaya lingkungan di Indonesia yang diberikan oleh KLH,” tandasnya. (Adv)














Leave a Reply