BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang mendukung, satuan pendidikan atau sekolah beri ruang pengembangan prestasi non akademik bagi siswa.
Semisal, prestasi non akademik bidang olahraga. Yakni Atlet Tenis Meja Binaan PT Pupuk Kaltim (Pupuk Kaltim), Humaira Chaira Yudistira. Asal sekolah SD Negeri 004 Bontang Barat (BB).
Segudang prestasi yang diraih mulai tingkat kota hingga nasional tak terlepas dari ruang pembinaan sekolah. Diklaim, pembinaan ini sebagai pembentukan karakter. Termasuk kedisiplinan, kepercayaan diri, dan tanggung jawab.
Kadisdikbud Bontang Abdu Safa Muha mengatakan, telah berkomitmen memperkuat dukungan pembinaan atlet pelajar daerah.
Menurutnya, capaian ini menjadi bukti pembinaan atlet usia dini di Bontang telah bergerak ke arah yang jauh lebih positif.
Sehingga, diperlukan sinergi antara sekolah, orang tua, dan pihak pembina. Sebab jadi salah satu faktor keberhasilan dalam mencetak generasi berprestasi.
“Kami berharap sekolah memberikan ruang seimbang antara akademik dan non akademik,” kata Safa Muha saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2026).
Ia memastikan, bakal memperluas kesempatan bagi pelajar yang memiliki potensi non akademik. “Prestasi non akademik yang diraih siswa bisa mengharumkan nama sekolah dan daerah,” terangnya.
Sementara itu Kepala Sekolah SD Negeri 004 Bontang Barat Titik Purwantiningsih mengatakan, Humaira Chaira Yudistira telah mewakili sekolah dalam ajang Bontang Open 2025, dengan meraih juara 1 kategori tunggal putri U-12.
Kemudian, kejuaraan tenis meja tingkat provinsi, berhasil raih juara 1 kategori tunggal putri U-12 dan juara 2 kategori beregu putri se-Kalimantan Timur.
“Kami sebagai orang tua para siswa di sekolah tentu mendukung prestasi mereka,” terangnya.
Ia menjelaskan, telah memberikan ruang bagi siswa berprestasi untuk tetap menjalankan dua peran sekaligus, yakni sebagai pelajar dan atlet.
Dalam keikutsertaan pada kejuaraan. Pihak sekolah memberikan dispensasi resmi agar siswa tetap dapat fokus bertanding tanpa meninggalkan kewajiban akademik.
“Untuk kegiatan lomba, sudah ada surat dispensasi dari sekolah. Tugas dan ujian tetap dilaksanakan, namun bisa disesuaikan setelah kegiatan selesai,” jelasnya.
Ia menuturkan, pendekatan tersebut dilakukan agar siswa tetap dapat berkembang secara seimbang.
Sehingga, siswa mampu menjaga tanggung jawab sebagai pelajar.
“Kami terapkan itu kepada Humaira. Hasilnya, setiap diberikan tugas, selalu diselesaikan dengan baik. Ini menunjukkan komitmen yang kuat sebagai siswa maupun atlet,” tandasnya. (Adv)














Leave a Reply