BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menilai program edukasi pertanian di sekolah dasar menjadi langkah strategis, dalam membentuk karakter hingga keterampilan siswa sejak dini.
“Program seperti ini sangat positif karena tidak hanya menambah wawasan siswa, tetapi juga menanamkan nilai kemandirian, kepedulian lingkungan, dan ketahanan pangan sejak usia dini,” kata Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4)
Bahkan, kolaborasi lintas sektor seperti yang dilakukan antara SD Negeri 002 Bontang Barat (BB) dan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) perlu terus diperkuat agar memberikan dampak yang lebih luas.
“Sinergi ini diharapkan terus berlanjut sehingga program serupa dapat diterapkan di sekolah lain di Bontang,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 002 BB, Suhartini menunjukkan kesiapan menjadi sekolah percontohan dalam pengembangan edukasi pertanian melalui program Smart Tani Go To School. Hal ini terlihat saat sekolah menerima DKP3 Bontang pada Jumat (24/4).
Sebagai bentuk dukungan awal, DKP3 menyerahkan 100 polybag berisi tanaman kangkung lengkap dengan media tanam hingga masa panen. Selain itu, bantuan bibit cabai juga akan disalurkan sesuai ketersediaan sebagai bagian dari pengembangan komoditas sederhana di lingkungan sekolah.
Dukungan dari DKP3 dinilai sangat membantu dalam mengoptimalkan potensi tersebut.
“Program ini sangat membantu kami,” terangnya. (Adv)













Leave a Reply