BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang terus memperkuat upaya pencegahan stunting, melalui pendampingan bagi kelompok usia produktif hingga ibu hamil, Kamis (7/5/2026).
Kepala Dinkes Bontang Bahtiar Mabe menuturkan, langkah pencegahan dilakukan sejak dini. Pertama, pemberian edukasi kepada ibu hamil yang mengalami kondisi kronis atau berisiko tinggi. Yakni pemahaman tentang menjaga kondisi kehamilan agar pertumbuhan janin tetap optimal.
Kedua, melakukan pencegahan dari kalangan calon pengantin. Melalui program pendampingan dan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah, pasangan calon pengantin diberikan pemahaman mengenai pentingnya kesiapan kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi sebelum memasuki masa kehamilan.
Ketiga, upaya serupa turut menyasar remaja putri, dengan edukasi mengenai pola hidup sehat. Kemudian, konsumsi makanan bergizi, serta pencegahan anemia sejak usia remaja.
Menurutnya, langkah ini dinilai penting karena kondisi kesehatan remaja putri akan berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan anak di masa mendatang.
Bahkan, pencegahan stunting harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, tidak hanya saat anak lahir, tetapi sejak sebelum kehamilan.
“Harapannya pemerintah menargetkan terciptanya zero stunting atau nol kasus stunting di masa mendatang melalui kolaborasi seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan, keluarga, hingga masyarakat,” tandasnya. (Adv)














Leave a Reply