Tekan Kasus Stunting, Dinkes Bontang Bakal Gelar Operasi Timbang Serentak Juni Mendatang

Kepala Dinkes Bontang Bahtiar Mabe. (Doc. Populismedia)

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang bakal melaksanakan operasi timbang serentak, pada Juni 2026 mendatang.

Diklaim, pola tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk memantau tumbuh kembang balita sekaligus mendeteksi dini risiko stunting.

Metode timbang serentak merupakan upaya paling efektif karena data kondisi anak dapat diperoleh secara langsung dan menyeluruh.

“Operasi timbang serentak kembali kami laksanakan bersama tim pada awal Juni mendatang,” kata Kepala Dinkes Bontang Bahtiar Mabe saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026).

Ia menilai, operasi timbang serentak paling efektif menurunkan angka stunting. Terbukti angka stunting turun 15,69 persen, pada November 2025 lalu.

Sehingga, angka stunting ditarget turun menjadi 12 persen tahun ini.

“Kami menargetkan angka stunting turun hingga 12 persen, lebih tinggi dibanding target nasional yang berada di angka 14 persen,” terangnya.

Ia menjelaskan, operasi timbang serentak dilakukan melalui posyandu dan fasilitas layanan kesehatan dengan melibatkan petugas kesehatan, kader posyandu, serta pendamping keluarga. Balita yang datang akan menjalani pengukuran berat badan, tinggi badan, hingga pemeriksaan kondisi kesehatan dasar.

Hasil penimbangan kemudian dicatat dan dianalisis untuk mengetahui status gizi anak.

“Apabila ditemukan balita dengan risiko stunting atau gangguan pertumbuhan, maka akan segera dilakukan intervensi berupa pendampingan, edukasi pola makan, hingga pemberian asupan gizi tambahan,” tandasnya. (Adv)