BONTANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bontang menilai kader Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), berperan penting dalam pencegahan risiko stunting di lingkungan keluarga.
Sehingga, peningkatan kapasitas kader Dashat terus dilakukan guna memperkuat edukasi dan pendampingan bagi masyarakat terkait pemenuhan gizi dan pola hidup sehat.
Kepala DP3AKB Bontang Eddy Forestwanto mengatkan, kapasitas kader Dashat kini semakin meningkat. Sehingga intervensi pencegahan stunting dapat berjalan lebih optimal di tengah masyarakat.
Teranyar, peningkatan kapasitas sebanyak 20 kader Dashat dilaksanakan, di Balai Pertemuan Umum Kecamatan Bontang Utara, pada April 2026 lalu.
“Para kader mendapat pembekalan terkait kebutuhan gizi keluarga, pengelolaan bahan makanan, hingga monitoring intervensi DASHAT. Materi tersebut diberikan agar kader memiliki pemahaman yang baik dalam mendampingi keluarga berisiko stunting,” kata Eddy saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).
Selain pembekalan teknis, ia menjelaskan, para kader juga diberikan pemahaman mengenai edukasi gizi kepada masyarakat sasaran.
Nantinya, kader Dashat akan turut memberikan sosialisasi terkait konsep Isi Piringku, penyusunan menu harian sehat, serta pengolahan makanan bergizi bagi ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting.
“Konsep Isi Piringku merupakan panduan makan sehat dari ang mengatur porsi makanan seimbang dalam satu piring. Tujuannya, memenuhi kebutuhan gizi harian agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari masalah gizi, termasuk stunting,” terangnya. (Adv)














Leave a Reply