BONTANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bontang terus berupaya menurunkan prevelansi stunting, dengan berbagai macam strategi preventif.
Kepala DP3AKB Bontang, Eddy Forestwanto mengatakan, upaya pencegahan stunting telah dimulai tahun ini, dengan peningkatan kapasitas Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), pada April 2026.
Menurutnya, penguatan kapasitas para kader TPK untuk dukung pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Targetnya kasus stunting menurun hingga 12 persen tahun ini.
“Para kader sudah diberikan materi tentang pemanfaatan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil (Elsimil), verifikasi dan validasi data, Keluarga Risiko Stunting (KRS), hingga pengisian Konsolidasi Operasional Tim Pendamping Keluarga (KO TPK),” kata Eddy saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).
Ia menilai, peningkatan kapasitas tersebut dinilai penting agar para kader mampu melakukan pendampingan keluarga secara maksimal. Terkhusus bagi calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca melahirkan, hingga keluarga yang memiliki balita berisiko stunting.
Harapannya, para kader dapat memastikan data yang digunakan dalam penanganan stunting akurat. Sehingga intervensi yang diberikan tepat sasaran.
“Melalui pendampingan langsung kepada keluarga, para kader diharapkan mampu memberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan rutin, hingga pola pengasuhan yang baik bagi anak,” tandasnya. (Adv)














Leave a Reply