BONTANG – Inovasi pembelajaran keterampilan kembali ditunjukkan siswa SDN 009 Bontang Selatan (BS) melalui pembuatan kerajinan tangan berupa taplak meja dengan teknik tie-dye atau jumputan.
Plt Kepala Sekolah SD Negeri 009 BS Amiruddin mengatakan, dalam proses pembuatannya, siswa menggunakan teknik tie-dye untuk menghasilkan motif abstrak seperti spiral dan pola lingkaran yang unik. Perpaduan warna yang dihasilkan menciptakan tampilan menarik dengan corak khas pada setiap karya.
Hasilnya, taplak meja yang dibuat memiliki nilai estetika tinggi dan tampil lebih hidup berkat variasi warna serta pola yang berbeda-beda di setiap kain.
Tidak hanya sebagai hasil praktik pembelajaran, taplak meja karya siswa ini juga langsung dimanfaatkan di lingkungan sekolah. Seluruh ruang kelas kini menggunakan taplak meja buatan siswa, sehingga menambah suasana belajar yang lebih indah, kreatif, dan berwarna.
“Siswa yang memiliki minat bakat tentang seni selalu mendapat pendampingan dari guru disekolah,” kata Amiruddin saat dikonfirmasi, Rabu (29/4)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang Abdu Safa Muha menilai, giat tersebut sebagai bentuk pembelajaran yang mendorong siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengasah keterampilan praktis.
Menurutnya, penerapan teknik tie-dye dalam kegiatan pembelajaran dapat menjadi sarana efektif untuk mengembangkan kreativitas, ketelitian, serta rasa percaya diri siswa. Selain itu, pemanfaatan hasil karya dalam lingkungan sekolah juga dianggap mampu menumbuhkan rasa bangga dan tanggung jawab terhadap hasil kerja sendiri.
“Harapannya kegiatan serupa dapat terus dikembangkan di berbagai sekolah sebagai bagian dari pembelajaran berbasis keterampilan yang inovatif dan berkelanjutan,” tandasnya. (Adv)














Leave a Reply