BONTANG – Siswa kelas 6 SDN 009 Bontang Selatan (BS) menunjukkan inovasi kreatif dengan mengolah sayur bayam menjadi produk makanan sehat berupa mie hijau.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran keterampilan yang dilakukan langsung di dalam ruang kelas.
Kepala Sekolah SD Negeri 009 Bontang Selatan, Amiruddin mengatakan, proses pembuatan mie dilakukan menggunakan bahan sederhana, yakni tepung terigu, telur, dan sayur bayam.
Bayam yang digunakan pun bukan hasil beli, melainkan ditanam sendiri oleh para siswa di puluhan polibag yang dirawat secara mandiri di lingkungan sekolah.
Setelah memasuki masa panen, bayam tersebut kemudian diolah menjadi bahan dasar mie berwarna hijau alami yang menarik dan menyehatkan.
Produk ini diberi nama mie hijau dan menjadi hasil nyata dari proses belajar siswa dari tahap menanam hingga pengolahan.
Selama proses pembuatan, siswa mendapat pendampingan langsung dari guru untuk memastikan tahapan pengolahan berjalan dengan baik dan higienis. Hal ini juga menjadi sarana edukasi bagi siswa tentang pentingnya keamanan pangan dan kebersihan dalam mengolah makanan.
“Mie hijau yang dihasilkan dinyatakan aman untuk dikonsumsi oleh warga sekolah. Bahkan, hasil olahan tersebut dimasak bersama dan dinikmati dalam kegiatan kerja bakti atau bersih-bersih lingkungan sekolah, sehingga menambah kebersamaan antar siswa dan guru,” terang Amiruddin saat dikonfirmasi, Rabu (29/4).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang Amiruddin mengatakan, melalui keterangannya menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan siswa dan pihak sekolah.
Kegiatan ini dinilai sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan keterampilan hidup, pendidikan lingkungan, dan pola hidup sehat dalam satu proses.
Menurutnya, keterlibatan siswa sejak tahap menanam hingga mengolah hasil panen menjadi produk siap konsumsi merupakan pengalaman belajar yang sangat berharga. Selain menumbuhkan kemandirian, kegiatan ini juga memperkuat karakter gotong royong dan kreativitas siswa.
“Inovasi serupa dapat terus dikembangkan di sekolah lain sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang aktif, produktif, dan berdampak langsung bagi kehidupan sehari-hari siswa,” tandasnya. (Adv)














Leave a Reply