Bontang – DPMPTSP Bontang meminta pelaku usaha untuk tidak panik menyikapi penghentian sementara akses OSS RBA selama dua hari. Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menegaskan bahwa penghentian layanan ini bersifat nasional dan terjadwal sebagai bagian dari pembaruan sistem.
Menurutnya, pelaku usaha cukup menyesuaikan jadwal pengurusan izin agar tidak terjadi ketergesa-gesaan.
“Penghentian hanya berlangsung sebentar. Silakan atur waktu agar pengajuan bisa dilakukan setelah sistem kembali normal,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jum’at (7/11/2025).
DPMPTSP juga mengingatkan bahwa bagi pelaku usaha yang izinnya bersifat mendesak dapat tetap datang langsung untuk konsultasi teknis. Tujuan utamanya agar tidak terjadi kekeliruan atau keterlambatan dalam proses administrasi ketika sistem aktif kembali.
Ia bilang, pembaruan sistem ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman layanan yang lebih responsif. Dengan sistem baru, proses pemetaan risiko usaha akan lebih akurat, sehingga izin yang diterbitkan lebih tepat sasaran.
Ia juga menegaskan pentingnya mengakses informasi hanya melalui kanal resmi.
“Hindari informasi dari grup pesan berantai atau sumber tidak jelas. Gunakan WhatsApp, email, dan Contact Center OSS yang terdaftar secara resmi,” katanya.
Selama masa penyesuaian berjalan, DPMPTSP berfokus menjaga kelancaran pelayanan tatap muka dan koordinasi antar unit. Petugas akan tetap disiagakan untuk pendampingan intensif.
Dirinya berharap pelaku usaha dapat memahami bahwa perubahan kebijakan nasional membutuhkan adaptasi. Namun ia menegaskan bahwa pelayanan kepada publik tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Dengan sikap kooperatif antara pemerintah dan pelaku usaha, ia optimistis pelayanan perizinan di Bontang tetap berjalan efektif dan kondusif. (MH)













Leave a Reply