BONTANG – Inovasi ramah lingkungan terus berkembang di SD Negeri 009 Bontang Selatan (BS), para siswa mengolah limbah organik menjadi eco enzyme.
Eco-enzyme merupakan cairan serbaguna hasil fermentasi sampah organik yang menjadi inovasi penting dalam pertanian berkelanjutan.
Larutan ini berfungsi sebagai alternatif alami untuk menggantikan pupuk kimia dan pestisida sintetis, sehingga lebih ramah lingkungan dan ekonomis bagi petani.
Plt Kepala Sekolah SD Negeri 009 BS Amiruddin mengatakan, limbah organik seperti kulit nanas dan daun pandan dipilih menjadi bahan baku Eco enzyme, karena mudah didapat.
Terlebih, kombinasi limbah tersebut menghasilkan aroma yang lebih segar pada eco enzyme.
“Sekolah kami berdekatan dengan Pasar Taman Rawainah (Tamrin). Jadi bahan baku mudah didapat seperti limbah kulit nanas,” kata Amiruddin saat dikonfirmasi, Kamis (30/4).
Ia menjelaskan, para siswa yang memiliki minat dan bakat tentang inovasi pertanian sederhana akan dibimbing oleh guru.
Mereka terlibat penuh dalam proses pembuatan eco enzyme. Mulai dari pengumpulan bahan baku, kemudian memilah limbah, memotong bahan baku menjadi bagian kecil. Terakhir proses fermentasi yang ditambahkan dengan air gula merah.
“Eco Enzyme ini kami maanfatkan sebagi pupuk cair yang berguna menyuburkan semua tanaman di lingkungan sekolah,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang Abdu Safa Muha menilai, program mereka mampu menanamkan kebiasaan positif kepada siswa dalam berinovasi tentang pertanian sederhana.
“Sekaligus bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah,” tandasnya. (Adv)













Leave a Reply