BONTANG – Jembatan penghubung di SMP Negeri 5 Bontang membutuhkan penanganan segera karena kondisinya dinilai tidak lagi layak digunakan.
Akses tersebut setiap hari dilalui siswa dan guru untuk kegiatan belajar mengajar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan perbaikan akan diupayakan melalui kerja sama dengan pihak perusahaan, terutama lewat program tanggung jawab sosial (CSR).
“Kami dorong perusahaan bisa ikut membantu. Dukungan melalui CSR akan sangat berarti,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Ia menyebut keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu kendala utama. Pengurangan transfer dari pemerintah pusat berdampak pada ruang fiskal untuk perbaikan infrastruktur pendidikan.
Dari hasil pemantauan, kondisi jembatan mengalami penurunan kualitas. Sejumlah bagian terlihat rusak, termasuk tiang penyangga di sisi kiri dan kanan yang mulai miring sehingga berpotensi membahayakan pengguna.
Sebelumnya, akses jembatan sempat terancam ditutup karena rencana perusahaan mengambil kembali lahan tersebut. Setelah melalui komunikasi, perusahaan akhirnya mengizinkan penggunaan tetap berlangsung.
Pada masa itu, pihak sekolah sempat menyiapkan jalur alternatif dengan membuka akses dari bagian belakang. Dampaknya, orang tua siswa harus menempuh jarak lebih jauh untuk mengantar anak ke sekolah.
Abdu Safa Muha menyampaikan apresiasi atas kebijakan perusahaan yang masih memberikan izin penggunaan lahan sebagai akses jembatan bagi aktivitas sekolah.
“Terima kasih atas dukungan perusahaan yang masih mengizinkan akses ini digunakan,” tutupnya. (Adv)














Leave a Reply