BONTANG – Demi penguatan pendidikan nonformal, Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) Bontang menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning bagi siswa
Pembelajaran mendalam atau deep learning menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran.
Peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak memahami materi secara menyeluruh.
Kemudian, mengaitkannya dengan kondisi nyata. Dan mampu menghasilkan solusi yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya telah mengikuti program pengembangan kapasitas di Tianggong University pada Februari lalu,” kata Plt Kepala SPNF-SKB Bontang Hairul Saleh saat dikonfirmasi,Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, pembelajaran tidak berhenti pada aspek kognitif semata. Peserta didik perlu dilatih mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, serta kreativitas dalam setiap proses belajar.
Dalam penerapannya, metode ini dilakukan melalui pembelajaran berbasis pengalaman. Peserta didik didorong terlibat aktif dalam diskusi, proyek, hingga pemecahan masalah yang dekat dengan lingkungan mereka, sehingga proses belajar menjadi lebih kontekstual.
Menurutnya, pendekatan tersebut relevan diterapkan di pendidikan nonformal yang memiliki sistem lebih fleksibel. Kondisi ini membuka ruang untuk metode pembelajaran yang adaptif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Penguatan deep learning dimulai dari perencanaan pembelajaran, termasuk integrasi keterampilan nonteknis (soft skills) secara sistematis dalam kurikulum,” terangnya.
Tak hanya itu, Ia menjelaskan, kolaborasi dengan dunia usaha dan pelaku Usaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dinilai penting untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih nyata sekaligus membuka peluang pengembangan keterampilan bernilai ekonomi.
Kemudian, pemanfaatan teknologi digital juga menjadi bagian penting dalam mendukung pembelajaran mendalam.
Menurutnya, peserta didik dapat diarahkan menggunakan teknologi sebagai sarana eksplorasi, inovasi, dan komunikasi.
“Keberhasilan pendekatan ini tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada pola pikir serta desain pembelajaran yang diterapkan,” tamdasnya. (Adv)












Leave a Reply