
Bontang – Upaya penurunan angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Bontang Utara 1 menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Saat ini, angka stunting berhasil ditekan hingga tersisa 12 persen atau setara 385 anak.
Kepala Puskesmas Bontang Utara 1, dr. I Wayan Santika, menyebut capaian ini tidak lepas dari berbagai intervensi yang dilakukan secara berkesinambungan. Meski demikian, angka tersebut masih menjadi perhatian serius agar bisa terus ditekan hingga mendekati target nasional sebesar 14 persen.
“Kalau kita bandingkan dengan data sebelumnya, angka stunting di Bontang pernah berada di kisaran 20 hingga 27 persen. Saat ini sudah turun ke 12 persen, khusus di wilayah kami. Artinya, upaya yang dilakukan mulai menunjukkan hasil,” ujar dr. Wayan, Kamis (25/9/2025).
Ia menjelaskan, program intervensi mencakup pemberian susu khusus PKMK, vitamin D, zinc, serta pemantauan ketat pertumbuhan anak melalui posyandu dan kelas pemulihan gizi. Anak-anak juga diberikan rapor perkembangan yang dipantau setiap dua minggu.
“Contohnya, ada anak dengan standar deviasi tinggi badan minus 2,3. Setelah sebulan intervensi, nilainya meningkat jadi minus 1,8. Itu artinya sudah keluar dari kategori stunting,” terangnya.
Namun, dr. Wayan mengingatkan bahwa tantangan terbesar bukan hanya menurunkan angka, tetapi juga memastikan anak yang sudah pulih tidak kembali ke kondisi stunting.
“Makanya edukasi gizi dan pola asuh ke orang tua sangat penting. Kita ingin pencegahan berjalan seiring dengan penanganan,” ucapnya.
Dengan hasil ini, Puskesmas Bontang Utara 1 optimis mampu terus menekan angka stunting.
“Kuncinya konsistensi pemantauan dan keterlibatan semua pihak. Kalau itu terjaga, angka stunting bisa kita turunkan lebih jauh lagi,” pungkasnya. (Re)











Leave a Reply