BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni terus mendorong penguatan budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.
Salah satu upaya yang mendapat perhatian adalah semakin aktifnya para lurah mengampanyekan kegiatan bersih-bersih lingkungan melalui berbagai kanal media sosial.
Menurutnya, publikasi kegiatan kebersihan dapat menjadi sarana edukasi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Namun, ia menegaskan bahwa upaya tersebut harus diikuti dengan tindakan nyata dan berkelanjutan di lapangan.
Hal itu disampaikan saat pelantikan Pejabat Eselon II dan penandatanganan komitmen kerja terkait percepatan penurunan stunting serta pengelolaan sampah, Senin (25/5/2026).
“Saya senang melihat banyak konten terkait aksi bersih-bersih. Mudah-mudahan tidak mentok di konten saja,” kata Neni Moernaeni saat dikonfirmasi.
Ia menilai peran lurah sangat strategis dalam menggerakkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Dirinya imbau agar para lurah memastikan program pengelolaan sampah tidak hanya menjadi agenda administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Perhatian tersebut muncul setelah Neni melakukan kunjungan ke sejumlah kawasan pesisir dan menemukan masih adanya sampah yang menumpuk di sekitar permukiman warga, termasuk di kolong rumah-rumah panggung. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan koordinasi dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tingkat rumah tangga hingga lingkungan RT. Selain menjaga kebersihan, pengelolaan sampah yang baik juga dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat melalui berbagai program daur ulang dan pemanfaatan sampah.
Bahkan, penanganan sampah i i dimulai kembali pengaktifan kembali bank sampah sebagai salah satu instrumen pemberdayaan masyarakat. Melalui program tersebut, sampah tidak hanya dipandang sebagai limbah, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga.
Harapannya, para lurah untuk memperkuat koordinasi dengan ketua RT dalam menggerakkan warga menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program pengelolaan sampah sangat bergantung pada kepemimpinan dan komitmen aparatur di tingkat kelurahan.
“Bank sampah dihidupkan. Lurah harus jadi mesin penggerak warga melalui RT. Kami berharap tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen daerah dalam membangun budaya hidup bersih dan meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan secara berkelanjutan,” tandasnya. (Adv)














Leave a Reply