Fraksi Gerindra DPRD Bontang Minta Raperda Bencana Industri Bontang Tak Tumpang Tindih dengan Aturan Pusat

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Bontang Risky Rusdiansyah (tengah) menyerahkan pandangan fraksinya. (Doc. Ist/Populismedia)

BONTANG – Fraksi Gerindra DPRD Bontang membuka ruang perubahan judul Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penanggulangan Bencana di Kawasan Industri selama proses pembahasan berlangsung.

Anggota Fraksi Gerindra, Risky Rusdiansyah, mengatakan penyesuaian judul dapat dilakukan jika hasil pembahasan bersama panitia khusus (pansus) dan pemerintah daerah menunjukkan perlunya perubahan arah pengaturan.

“Fraksi Gerindra membuka peluang perubahan judul Raperda sesuai perkembangan pembahasan di tingkat pansus maupun bersama pemerintah daerah,” kata Risky -sapaan akrabnya- dalam rapat kerja di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jumat (29/5/2026).

Ia menjelaskan, pembahasan tidak hanya perlu memperhatikan aspek penamaan regulasi, tetapi juga ketepatan substansi yang akan diatur. Raperda diharapkan memiliki ruang lingkup yang jelas sesuai karakteristik kawasan industri di Kota Bontang.

Menurutnya, regulasi mengenai penanggulangan bencana secara umum telah memiliki landasan melalui peraturan daerah yang berlaku.

Sehingga, Raperda baru perlu memiliki fokus pengaturan yang lebih spesifik agar tidak terjadi tumpang tindih regulasi.

“Materi Raperda ini harus lebih khusus mengatur penanggulangan bencana industri, mengingat regulasi penanggulangan bencana daerah secara umum telah diatur melalui perda yang sudah ditetapkan,” terangnya.

Ia berharap, proses pembahasan menghasilkan regulasi yang saling melengkapi dengan aturan sebelumnya. Penajaman materi diperlukan agar ketentuan yang disusun dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjadi pedoman dalam menghadapi potensi bencana di kawasan industri.

“Selain memberikan kepastian hukum, perda yang disusun juga diharapkan mampu menjadi pedoman yang efektif dalam upaya mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan bencana di kawasan industri Kota Bontang,” tandasnya. (Adv)