BONTANG – Fraksi Gerindra DPRD Bontang mendorong, Pemkot Bontang agar memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pemerintah pusat.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Bontang, Sem Nalpa Mario Guling, saat membacakan pandangan fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Rabu (17/6/2026).
Ia mengapresiasi realisasi pendapatan daerah yang mencapai 98,49 persen dari target. Peningkatan kemandirian fiskal tetap dinilai perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan keuangan daerah.
“Hal ini untuk mengurangi ketergantungan kami serta memangkas selisih pendapatan asli daerah dengan pendapatan transfer,” kata Sem Nalpa saat dikonfirmasi, Rabu (17/6).
Ia mengatakan, tingginya porsi dana transfer dapat memengaruhi ruang fiskal pemerintah dalam membiayai program pembangunan. Pemkot Bontang diminta menggali sumber penerimaan yang menjadi kewenangan daerah.
Sehingga, dirinya terus mendorong inovasi dalam mengelola potensi daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kontribusi PAD terhadap keseluruhan pendapatan daerah.
“Kami berharap, pemerintah terus berinovasi dan mengoptimalkan sektor-sektor yang menjadi sumber PAD,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan, telah menjalankan sejumlah strategi untuk meningkatkan penerimaan daerah. Upaya tersebut meliputi optimalisasi pemungutan pajak sesuai kewenangan, penguatan pengawasan, serta peningkatan kepatuhan wajib pajak.
“Pemkot juga terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan perangkat daerah terkait untuk mendukung pengelolaan PAD yang lebih optimal,” tandasnya. (Adv)









Leave a Reply