BONTANG – Disdikbud Bontang terus mendukung, pelestarian budaya Kalimantan Timur (Kaltim).
Dukungan itu melalui Erau Pelas Benua Guntung, yang merupakan tradisi adat masyarakat Kutai di Kelurahan Guntung, Bontang Utara. Dikenal sebagai ritual pembersihan kampung atau pelas benua untuk menolak bala dan memohon keselamatan warga.
Sementara itu, Pesta Laut Bontang Kuala menjadi tradisi tahunan masyarakat pesisir sebagai bentuk rasa syukur atas hasil laut. Kegiatan ini diisi berbagai rangkaian acara, mulai dari ritual Balai Pompong, pertunjukan tarian tradisional, sajian kuliner khas seperti Gammi Bawis, hingga perlombaan rakyat.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan kedua agenda budaya tersebut akan terus dilaksanakan setiap tahun.
Menurutnya, kegiatan tersebut dinilai memiliki nilai historis dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak lama.
“Agenda tahunan yang harus dipastikan tetap berlangsung. Disdikbud Bontang turut memberikan dukungan,” kata Safa Muha saat dikonfirmasi, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan, selain menjaga kelestarian budaya lokal, kegiatan tersebut juga memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat serta memperkuat identitas budaya Kalimantan Timur.
Tak hanya itu, momentum pelaksanaan dua tradisi ini dinilai mampu menarik kunjungan wisatawan ke Kota Bontang. Kegiatan tersebut juga berpotensi menjadi sarana pembelajaran dan penelitian bagi kalangan akademisi.
“Dua agenda ini bisa menjadi rujukan dan laboratorium pengetahuan,” tandasnya. (Adv)














Leave a Reply