BONTANG – Dalam upaya meningkatkan investasi. Anggota Komisi B DPRD Kota Bontang, Nursalam, mendorong Pemkot Bontang, agar menjadikan pembangunan akses transportasi sebagai salah satu prioritas dalam program kerja.
Menurutnya, konektivitas yang memadai merupakan faktor penting dalam menciptakan iklim usaha yang kompetitif.
Nursalam menilai keterbatasan akses transportasi masih menjadi tantangan bagi daerah dalam menarik investor. Kemudahan mobilitas barang dan orang dinilai turut memengaruhi keputusan pelaku usaha sebelum menanamkan modal di suatu wilayah.
Ia mengungkapkan, dalam kurun waktu sekitar sepuluh tahun terakhir hanya terdapat dua investasi besar yang masuk ke Kota Bontang. Menurutnya, investasi tersebut hadir karena pertimbangan bisnis perusahaan, bukan hasil promosi investasi yang dilakukan pemerintah daerah.
“Kalau dilihat di lapangan, mereka datang sendiri. Bukan karena kita yang menggaet,” kata. Nursalam saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2026).
Pandangan tersebut disampaikan dalam rapat kerja Komisi B DPRD Bontang bersama pemerintah saat membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal,
Ia menjelaskan, investasi tidak cukup berfokus pada aspek perizinan maupun insentif. Infrastruktur pendukung, terutama konektivitas transportasi, juga perlu menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan penanaman modal.
Sehingga akses transportasi darat masih menjadi tantangan yang perlu dibenahi.
Selain itu, konektivitas udara memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan mobilitas pelaku usaha serta efisiensi aktivitas bisnis. Sementara jalur laut tetap mendukung kegiatan ekonomi sesuai kebutuhan sektor usaha tertentu.
“Banyak kendala, salah satunya adalah sisi darat, bukan hanya sisi darat, sisi udara juga sangat menentukan. Sementara sisi laut itu hanya sekian persen,” terangnya.
Menurut Nursalam, investor umumnya mempertimbangkan efisiensi logistik, ketersediaan bahan baku, dan kemudahan distribusi produk sebelum menentukan lokasi investasi. Kondisi tersebut membuat daerah dengan jaringan transportasi yang baik memiliki peluang lebih besar untuk bersaing menarik modal usaha.
Semisal, salah satu perusahaan memilih berinvestasi di Bontang karena kedekatannya dengan sumber bahan baku di wilayah Kutai Timur dan Kutai Kartanegara. Faktor tersebut menjadi pertimbangan utama dalam mendukung keberlanjutan operasional perusahaan.
Melalui pembahasan Raperda Penyelenggaraan Penanaman Modal, ia berharap lahir kebijakan yang tidak hanya memberikan kemudahan investasi, tetapi juga mendorong peningkatan daya saing daerah melalui penguatan infrastruktur dan konektivitas transportasi.
“Nah, itu indikasi bahwa kita belum sebegitu gencar untuk promosikan atau menarik investor masuk daerah ini,” tandasnya. (Adv)











Leave a Reply