BONTANG – Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto, meminta satuan pendidikan atau sekolah lebih aktif menjelaskan pelaksanaan program wajib belajar kepada siswa dan orang tua.
Pemahaman bersama dinilai penting agar aturan tersebut dapat diterapkan secara konsisten.
Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam menyampaikan tujuan program sekaligus mengingatkan keluarga mengenai pendampingan aktivitas anak di luar jam sekolah.
“Wajib belajar itu betul-betul dilaksanakan, jangan sampai tidak,” kata Heri Keswanto saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).
Pelaksanaan wajib belajar mengacu pada Perwali No. 8/2008 tentang Wajib Belajar. Sehingga, dirinya mendorong sosialisasi dilakukan secara berkelanjutan agar ketentuan tersebut dipahami oleh siswa, orang tua, dan sekolah.
Ia mengatakan, pengalaman pemerintah saat melakukan inspeksi mendadak terhadap aktivitas anak pada malam hari. Kegiatan tersebut sempat mendapat protes dari sejumlah orang tua.
“Kemarin waktu kami lakukan sidak di lapangan. Ujung-ujungnya protes orang tuanya sendiri, persoalannya ini kan kami mau beri pendidikan anak-anak kami untuk menjadi lebih baik lagi,” terangnya.
Ia menjelaskan, wajib belajar tidak hanya berkaitan dengan pengaturan waktu belajar. Program tersebut juga diarahkan untuk membentuk kedisiplinan dan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Sehingga, diimbau bagi sekolah memanfaatkan pertemuan dengan orang tua untuk menjelaskan tujuan kebijakan serta pentingnya pengawasan terhadap aktivitas anak. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan keluarga terhadap pelaksanaan wajib belajar.
Di sisi lain, pemerintah tengah menyusun ketentuan mengenai aktivitas anak pada malam hari. Setelah proses penyusunan selesai, aturan tersebut akan disampaikan kepada sekolah untuk diteruskan kepada siswa dan orang tua.
“Nanti dalam waktu dekat juga nanti disampaikan ke tiap sekolah terkait hal-hal itu,” tandasnya. (Adv)












Leave a Reply