BONTANG – Fraksi Amanat Demokrat Bergelora (ADB) DPRD Kota Bontang menyetujui terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).
Ketua Fraksi ADB Bontang Ridwan mengatakan, sejumlah catatan sebagai bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Bontang, terutama terkait upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, capaian realisasi PAD yang mencapai 104,7 persen dari target patut diapresiasi. Namun, pemerintah tetap didorong melakukan berbagai inovasi, termasuk digitalisasi sistem pemungutan pajak guna meningkatkan efektivitas penerimaan daerah.
“Kami mendorong Pemerintah Daerah untuk terus melakukan inovasi dan digitalisasi sistem pemungutan pajak,” kata Ridwan saat dikonfirmasi, Senin (20/7/2026).
Tak hanya itu, ia menuturkan, agar pemerintah mengoptimalkan potensi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Apalagi, potensi BUMD masih dapat dikembangkan untuk memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap kas daerah.
Di sektor belanja, ia mengapresiasi realisasi belanja daerah yang mencapai 93,01 persen. Kendati demikian, penggunaan anggaran diharapkan tetap berorientasi pada hasil yang terukur dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, rendahnya realisasi Belanja Tidak Terduga (BTT) yang hanya mencapai 11,33 persen. Kondisi tersebut dinilai perlu dievaluasi agar alokasi anggaran dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
“Kami menyoroti realisasi Belanja Tak Terduga yang hanya sebesar 11,33 persen, sehingga perlu evaluasi mendalam,” terangnya.
Fraksi ADB juga berpandangan besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) menunjukkan masih terdapat anggaran yang belum terserap secara maksimal.
Sebagai penutup, fraksi tersebut mendorong pemerintah mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah serta memperkuat pengelolaan kewajiban jangka pendek guna menjaga kondisi fiskal daerah tetap sehat.
“Fraksi ADB memandang perlu adanya strategi pengelolaan kas yang lebih dinamis dan terencana,” tandasnya. (Adv)











Leave a Reply