BONTANG – Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni – Agus Haris memantau langsung pelaksanaan operasi timbang serentak bagi bayi dan balita, pada Selasa (9/6/2026).
Diklaim, program ini menjadi langkah strategis untuk memperbarui data tumbuh kembang anak sekaligus memetakan kondisi stunting di seluruh wilayah Bontang. Dan komitmen dari kepala daerah untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak.
Kehadiran keduanya menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan program penanganan stunting berjalan secara optimal dan tepat sasaran.
Dalam arahannya, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, pentingnya peran pemerintah kelurahan dalam memahami kondisi riil stunting di wilayah masing-masing.
Menurutnya, data yang akurat menjadi dasar utama dalam menentukan langkah intervensi yang efektif bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.
“Ini tugas besar kita bersama. Kelurahan yang angka stuntingnya tinggi harus segera melakukan intervensi. Target kita capaian penimbangan 100 persen,” kata Neni Moernaeni saat dikonfirmasi, pada Selasa (9/6).
Ia menjelaskan, sebanyak 9.850 bayi dan balita yang tersebar di 15 kelurahan menjadi sasaran dalam operasi timbang kali ini. Untuk memastikan seluruh anak terdata, para kader posyandu dikerahkan selama lima hari pelaksanaan kegiatan.
Data sementara yang dimiliki pemerintah menunjukkan terdapat 1.489 anak yang masuk kategori stunting dengan prevalensi sekitar 17 persen. Angka tersebut menjadi perhatian bersama dalam upaya mempercepat penurunan stunting di Kota Bontang.
Berdasarkan data tersebut, Kelurahan Loktuan tercatat sebagai wilayah dengan jumlah balita stunting terbanyak, yakni 190 anak. Kedua, Kelurahan Tanjung Laut sebanyak 147 balita. Ketiga, Tanjung Laut Indah sebanyak 146 balita.
Keempat, Kelurahan Bontang Lestari mencatat 124 balita stunting. Kelima, Kelurahan Berebas Tengah sebanyak 117 balita. Keenam, Kelurahan Api-Api sebanyak 112 balita. Ketujuh, Kelurahan Gunung Elai sebanyak 107 balita.
Kedelapan, Kelurahan Gunung Telihan memiliki 99 balita stunting. Kesembilan, Kelurahan Belimbing sebanyak 93 balita. Kesepuluh, Kelurahan Guntung sebanyak 83 balita.
Kesebelas, Kelurahan Berbas Pantai sebanyak 80 balita. Keduabelas, Kelurahan Bontang Baru tercatat memiliki 74 balita stunting. Ketigabelas, Kelurahan Satimpo sebanyak 51 balita.
Keempatbelas, Kelurahan Bontang Kuala 45 balita. Terakhir, Kelurahan Kanaan menjadi wilayah dengan jumlah kasus terendah, yakni 21 balita.
Melalui operasi timbang serentak ini, dirinya berharap dapat memperoleh data yang lebih mutakhir dan akurat mengenai kondisi tumbuh kembang anak. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai program intervensi, mulai dari perbaikan gizi, pelayanan kesehatan, edukasi keluarga, hingga pendampingan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.
“Upaya ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemkot Bontang dalam mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan siap menjadi penerus pembangunan daerah di masa depan,” tandasnya. (Adv)










Leave a Reply