Pupuk Kaltim Dorong Nelayan Optimalkan Potensi Budidaya Keramba Jaring Apung di Kota Bontang

VP TJSL Pupuk Kaltim Sugeng Suedi saat membuka agenda pelatihan atau teknik budidaya dan manajemen Keramba Jaring Apung (KJA), bagi 30 nelayan binaan hingga pelajar SMK di Kota Bontang. (Doc. Ist)

Populism.id, BONTANG – Tingkatkan produktivitas sektor perikanan melalui solusi inovatif yang berkelanjutan, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bekali teknik budidaya dan manajemen Keramba Jaring Apung (KJA), bagi 30 nelayan binaan hingga pelajar SMK di Kota Bontang. Pelatihan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Maros Sulawesi Selatan, untuk memberikan pemahaman hingga keterampilan praktis berbagai aspek budidaya ikan dan lobster.

VP TJSL Pupuk Kaltim Sugeng Suedi, mengatakan pelatihan ini sekaligus upaya mengoptimalkan potensi perairan agar memiliki nilai tambah, sebagai kesinambungan kontribusi Pupuk Kaltim dalam mendorong produktivitas perikanan di Kota Bontang. Hal ini mengingat kawasan perairan yang terbilang luas, bisa dimanfaatkan untuk menggali peluang yang lebih signifikan di sektor budidaya. Disamping perikanan tangkap yang selama ini menjadi mata pencarian mayoritas nelayan lokal.

Dari pelatihan ini, para peserta bisa mendapatkan pengetahuan mendalam terkait pengelolaan budidaya keramba, mulai dari manajemen kualitas air, penentuan lokasi area potensial KJA, pemberian pakan serta pengendalian hama dan penyakit ikan lainnya. Termasuk bekal manajemen usaha seperti perencanaan bisnis, pengelolaan keuangan hingga sumber daya manusia untuk menciptakan usaha yang berkelanjutan.

“Hal ini menjadi sasaran pembinaan Pupuk Kaltim bagi masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku budidaya perikanan melalui pengembangan peluang yang bernilai ekonomi, sehingga kedepan semakin dilirik sebagai usaha yang potensial,” kata Sugeng, saat membuka pelatihan di KJA Tanjung Limau, Rabu (26/9/2024).

Dikatakannya, metode KJA menjadi salah satu solusi efektif dalam meningkatkan produksi perikanan di perairan terbuka, karena menawarkan berbagai keunggulan seperti lingkungan yang mendukung untuk pertumbuhan ikan agar lebih sehat. Terlebih keunggulan KJA juga telah dibuktikan pada pembinaan dan pendampingan Pupuk Kaltim melalui Creating Shared Value (CSV) di perairan Tanjung Limau, yang berhasil mendongkrak produktivitas lobster dan kerapu Kota Bontang dengan pangsa pasar signifikan.

“Bahkan program KJA juga direplikasi ke sejumlah wilayah pesisir Bontang lainnya, sehingga dari pelatihan ini semakin mendorong perluasan budidaya untuk memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat,” lanjut Sugeng.

Begitu juga dengan pelibatan siswa SMK sebagai peserta pelatihan, diharap semakin mendorong semangat generasi untuk lebih mengenal potensi kelautan, sekaligus menciptakan peluang wirausaha muda yang produktif dan inovatif di sektor perikanan. Dari hal tersebut, generasi muda kedepan tidak hanya terfokus dalam mencari pekerjaan, tapi lebih diarahkan untuk menciptakan peluang mandiri dengan bekal keterampilan yang dimiliki.

“Melalui bekal pengetahuan dan keterampilan yang diberikan, generasi penerus diharap mampu mendorong potensi perikanan Kota Bontang dengan lebih optimal, khususnya di sektor budidaya,” tambah Sugeng.

Mewakili peserta pelatihan, Ketua Koperasi Nelayan Bontang ETA Maritim Rudy Prambudi, mengungkapkan pelatihan ini sangat dibutuhkan para nelayan khususnya yang baru bergabung dalam keanggotan koperasi binaan Pupuk Kaltim tersebut. Hal ini mengingat pendampingan Pupuk Kaltim sejauh ini memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas nelayan di sektor budidaya. Langkah ini pun diharap semakin diperluas, seiring meningkatnya pemahaman para peserta untuk terus mengembangkan peluang KJA sebagai solusi perikanan yang lebih optimal.

“Pelatihan seperti ini sangat penting untuk penguatan kapasitas nelayan Bontang agar semakin produktif. Terlebih dengan pembinaan selama ini, memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan nelayan khususnya di sektor budidaya,” ucap Rudy.

Mewakili Pemkot Bontang, Kabid Perikanan Tangkap dan Budidaya Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Fadli, menyampaikan apresiasi atas kesinambungan dukungan Pupuk Kaltim dalam mendorong potensi perikanan Bontang, utamanya membekali nelayan agar bisa memanfaatkan peluang usaha budidaya melalui keramba jaring apung. Menurut dia, kemajuan sektor perikanan menjadi perhatian Pemerintah untuk mendongkrak perekonomian daerah dan kesejahteraan nelayan, yang terus diupayakan melalui berbagai langkah strategis, salah satunya sinergi bersama Perusahaan dan stakeholder terkait lainnya di Kota Bontang.

“Maka dari itu, kami sangat mendukung pelatihan seperti ini sebagai bentuk keseriusan Perusahaan dalam mendorong potensi perikanan Kota Bontang, khususnya di sektor budidaya,” kata Fadli.

Dirinya pun berharap pelatihan ini bisa berkelanjutan, dengan perluasan program bagi masyarakat pesisir lainnya untuk memaksimalkan sumberdaya kelautan yang dimiliki. Mengingat potensi hasil laut Bontang dapat diselaraskan dengan sektor pariwisata, yang kini juga digencarkan Pemerintah dalam meningkatkan daya saing daerah. Langkah ini pun diharap didukung Pupuk Kaltim, dengan memberikan nilai tambah agar seluruh sektor potensial bisa dieksplor dengan lebih optimal.

“Ini yang kami harapkan, agar optimalisasi sumberdaya kelautan yang tidak hanya dari sisi budidaya dan perikanan tangkap, tapi diperluas sebagai bentuk nilai tambah untuk mendukung pariwisata daerah. Bisa saja nanti ada rumah makan pesisir atau pariwisata laut yang ditawarkan bagi wisatawan untuk datang ke Bontang,” papar Fadli.(*)

news-1712-mu

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

maujp

82001

82002

82003

82004

82005

82006

82007

82008

82009

82010

82011

82012

82013

82014

82015

82097

82099

82100

82101

82102

82103

82104

82105

82106

82107

82108

82109

82110

82171

82172

82173

82174

82175

82176

82177

82178

82179

82180

82181

82182

82183

82184

82016

82017

82018

82019

82021

82022

82023

82024

82025

82111

82112

82113

82114

82115

82186

82187

82188

82189

82190

82191

82192

82193

82194

82195

82196

82197

82198

82199

80082

80083

80084

80085

82026

82027

82028

82029

82030

82031

82032

82033

82034

82035

82116

82117

82118

82119

82120

82201

82202

82203

82204

82205

82206

82207

82208

82209

82210

82036

82037

82038

82039

82040

82041

82042

82043

82044

82045

82046

82047

82048

82049

82050

82051

82052

82053

82054

82055

82121

82122

82123

82124

82125

82126

82127

82128

82129

82130

82131

82132

82133

82134

82135

82136

82137

82138

82139

82140

82211

82212

82213

82214

82215

82216

82217

82218

82219

82220

82221

82222

82223

82224

82225

82226

82227

82228

82229

82230

82056

82057

82058

82059

82060

82061

82062

82063

82064

82065

82141

82142

82143

82144

82145

82146

82147

82148

82149

82150

80182

80183

80184

80186

80188

80189

80190

80191

80193

80194

80195

82066

82067

82068

82069

82070

82072

82073

82074

82075

82076

82077

82078

82079

82080

82231

82232

82233

82234

82235

82236

82237

82238

82239

80210

82081

82082

82083

82084

82085

82086

82087

82088

82089

82090

82091

82092

82093

82094

82095

82151

82152

82153

82154

82155

82156

82157

82158

82159

82160

82161

82162

82163

82164

82165

82166

82167

82168

82169

82170

82241

82242

82243

82244

82245

82246

82247

82248

82249

82250

82251

82252

82253

82254

82255

82256

82257

82258

82259

82260

news-1712-mu