BONTANG – SD Negeri 004 Bontang Utara terus mengembangkan inovasi pembelajaran, dalam membentuk karakter peduli lingkungan bagi peserta didik.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengintegrasikan program Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku (GESIT) yang digagas oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dan Wawali Bontang Agus Haris ke dalam kegiatan kokurikuler di sekolah.
Program tersebut kini diterapkan secara rutin dalam proses pembelajaran, dengan tujuan menanamkan kebiasaan bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan siswa setiap hari selama berada di lingkungan sekolah.
Kepala SD Negeri 004 Bontang Utara, Emelia, menjelaskan pelaksanaannya setiap siswa diminta membawa kantong plastik dari rumah sebagai wadah sampah pribadi. Sampah yang dihasilkan selama di sekolah kemudian dimasukkan ke dalam kantong tersebut untuk dibawa pulang dan dibuang pada tempatnya.
“Setiap siswa membawa plastik masing-masing. Sampah yang mereka hasilkan dimasukkan ke dalam plastik itu, lalu dibawa pulang untuk dibuang di tempat pembuangan sampah,” kata Emelia saat dikonfirmasi, Selasa (21/4/2026)
Ia menuturkan, pendekatan ini tidak hanya menanamkan kedisiplinan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab individu, bukan hanya petugas kebersihan.
Menurutnya, kegiatan kokurikuler di sekolah dirancang secara dinamis dan dapat berubah setiap semester sesuai kebutuhan pembelajaran.
Sebelumnya, siswa juga telah dikenalkan dengan kegiatan ramah lingkungan lainnya seperti ecoprint untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
“Anak-anak melakukan pembelajaran ini dengan baik,” tambahnya.
Ia berharap, lewat penerapan program GESIT, siswa mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di rumah.
“Program ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Bontang dalam membangun budaya hidup bersih dan berkelanjutan, yang dimulai dari lingkungan pendidikan dasar,” tandasnya. (Adv)













Leave a Reply