Wawali Bontang Agus Haris Sebut Kader Posyandu Punya Peran Penting untuk Percepat Penurunan Stunting

Wawali Bontang Agus Haris saat membuka giat koordinasi kader Posyandu, di Pendopo Rumah Jabatan wali Kota Bontang, Sabtu (6/6). (Istimewa)

BONTANG – Pemkot Bontang terus berupaya dalam menekan angka stunting dan gizi buruk, melalui optimalisasi peran kader Posyandu.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengimbau, agar seluruh kader meningkatkan kinerja dan memperkuat koordinasi, jelang pelaksanaan Operasi Timbang serentak 2026.

Menurutnya, dedikasi para kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.

“Saya sangat bangga melihat semangat yang luar biasa dari para kader Posyandu pada pagi hari ini,” kata AH -sapaan akrabnya- saat membuka giat koordinasi dan penyegaran kader Posyandu, di Pendopo Rumah Jabatan wali Kota Bontang, Sabtu (6/6).

Ia menjelaskan, stunting merupakan isu prioritas nasional yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Dalam hal ini, kader Posyandu memiliki peran penting sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Ia menilai keberhasilan program penurunan stunting tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada sinergi antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan keluarga.

Agus Haris menjelaskan, setelah pelaksanaan Operasi Timbang yang dijadwalkan berlangsung pada 9–13 Juni 2026, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) akan melakukan pemetaan dan menentukan prioritas penanganan.
Penanganan tersebut meliputi kasus gizi buruk, balita dengan berat badan yang tidak mengalami kenaikan selama dua bulan berturut-turut, hingga anak-anak yang berasal dari keluarga berisiko stunting.

Kemudian, dilanjutkan melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga untuk memberikan edukasi sekaligus mengumpulkan berbagai data terkait pola makan, sanitasi, kondisi ekonomi, pola asuh, dan kesehatan anak.

“Data yang terkumpul akan menjadi dasar penyusunan program dan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bontang, Toetok Ekowati Pribadi mengatakan, Operasi Timbang menjadi langkah penting dalam memperoleh data yang akurat sebagai dasar intervensi penanganan stunting yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Melalui penguatan kapasitas kader Posyandu dan pelaksanaan Operasi Timbang, harapannya upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih optimal sehingga mampu mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan siap menyongsong masa depan.” tandasnya. (Adv)