BONTANG – Pemkot Bontang terus berbenah, dalam mewujudkan Kota Layak Anak (KLA).
Wali Kota Bontang Neni Moernaeni mengatakan, program kerja dimulai dengan kolaborasi antar instansi lingkung Pemkot Bontang.
Semisal, yang telah dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bontang Advokasi dan Penguatan Kelembagaan Kelurahan Ramah Perempuan, Peduli dan Layak Anak (KRPPA) di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang Utara, Selasa (26/5/2026) lalu.
Menurutnya, perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, keluarga, dan pemangku kepentingan lainnya.
Sehingga, penguatan kelembagaan di tingkat kelurahan menjadi strategi penting agar persoalan yang dialami perempuan maupun anak dapat lebih cepat terdeteksi dan ditangani secara tepat.
“Kader Perlindungan Perempuan dan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PPATBM) dan relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) didorong untuk terus meningkatkan kapasitas dan peran mereka sebagai agen perubahan, terutama dalam edukasi, pencegahan, hingga pendampingan bagi perempuan dan anak di lingkungan masing-masing,” kata Neni Moernaeni saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2026).
Sementara itu, Penggerak Swadaya Masyarakata Ahli Muda DP3AKB Bontang Nuriyanti mengatakan, telah berkolaborasi dengan seluruh kecamatan dan kelurahan, agar Bontang mendapat predikat KLA.
Adapun kolaborasi telah melibatkan pemerintah daerah, aparat wilayah, kader masyarakat, dan berbagai elemen lainnya dalam mewujudkan lingkungan yang responsif gender dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.
“Harapannya, kolaborasi tersebut dapat menjadi fondasi kuat dalam mendukung implementasi program Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak secara berkelanjutan di seluruh wilayah kota,” tandasnya. (Adv)














Leave a Reply