BONTANG – Fraksi PKB DPRD Bontang mendorong, peningkatan keterlibatan pemuda dalam proses perumusan dan pengambilan kebijakan daerah.
Anggota Fraksi PKB, Muhammad Yusuf, mengatakan partisipasi generasi muda perlu diperluas melalui berbagai sektor pembangunan, tidak hanya dalam kegiatan pembinaan atau agenda seremonial.
Menurutnya, pemuda dapat dilibatkan dalam forum musyawarah pembangunan, pengembangan ekonomi kreatif, isu lingkungan, digitalisasi, hingga pengawasan sosial terhadap pelaksanaan pembangunan.
“Pemuda harus diberikan ruang partisipasi yang lebih luas, mulai dari forum musyawarah pembangunan, pengembangan ekonomi kreatif, isu lingkungan, digitalisasi, hingga pengawasan sosial terhadap pembangunan daerah,” kata Yusuf -sapaan akrabnya- saat membacakan tanggapan terhadap Pendapat Wali Kota Bontang atas dua Raperda inisiatif DPRD Kota Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jumat (29/5/2026).
Ia menjelaskan, pemuda memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah. Karena itu, Raperda tentang Kepemudaan perlu menempatkan generasi muda sebagai bagian dari proses pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat kebijakan.
Menurutnya, regulasi tersebut perlu memberikan ruang bagi pemuda untuk menyampaikan gagasan sekaligus berkontribusi dalam berbagai agenda pembangunan Kota Bontang.
“Sehingga, kebijakan yang disusun perlu membuka peluang lebih besar bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah,” terangnya.
Selain memperluas partisipasi, Fraksi PKB mendorong kebijakan pemberdayaan pemuda disesuaikan dengan potensi lokal. Penguatan komunitas dan organisasi kepemudaan juga dinilai dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas serta daya saing generasi muda.
“Pemuda jangan hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi harus benar-benar menjadi penggerak utama pembangunan daerah,” tandasnya. (Adv)










Leave a Reply