Penyertaan Aset Pipa Gas ke BME Dinilai Berpotensi Tambah PAD Bontang

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Winardi. (Doc. Populismedia)

BONTANG – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyertaan Modal Daerah kepada PT Bontang Migas Energi (BME) dinilai berpotensi membuka sumber pendapatan baru bagi Pemerintah Kota Bontang.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Winardi saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, penyertaan modal dalam Raperda tersebut tidak berupa dana tunai. Aset yang diusulkan berupa jaringan pipa gas milik Pemerintah Kota Bontang yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Bukan penyertaan modal dalam bentuk uang, tetapi aset yang akan disertakan berupa pipa gas yang sudah tertanam dan merupakan milik Pemerintah Kota Bontang karena dibangun menggunakan APBD,” kata Winardi, Jumat (29/5).

Ia menjelaskan, PT BME selama ini berperan sebagai operator jaringan gas. Melalui Raperda tersebut, aset pipa yang telah tersedia diusulkan menjadi penyertaan modal daerah kepada badan usaha milik daerah (BUMD).

Ia menilai langkah tersebut dapat memberikan landasan hukum yang lebih jelas dalam pengelolaan aset. Apabila, Raperda disetujui, jaringan pipa diharapkan dapat dikelola secara optimal sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.

Menurutnya, otensi pendapatan dapat berasal dari pengelolaan dan penagihan jaringan gas yang selanjutnya berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Artinya, dari penagihan dan pengelolaan yang dilakukan, ada potensi pendapatan yang bisa masuk ke daerah,” terangnya.

Meski berpeluang meningkatkan pendapatan daerah, Winardi menuturkan, pembahasan Raperda tetap perlu dilakukan secara cermat. Mulai dari aspek hukum, status aset, serta mekanisme pengelolaannya menjadi pertimbangan sebelum regulasi tersebut diputuskan.

Menurutnya, aset yang masuk dalam usulan penyertaan modal tidak mencakup seluruh jaringan pipa gas di Kota Bontang. Aset tersebut hanya berada di sejumlah titik pada jalur utama distribusi. “Hanya beberapa titik saja di jalur utama,” tandasnya. (Adv)