BONTANG – Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, mendorong Pemkot Bontang agar menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dalam upaya menarik investasi.
Menurutnya, Kadin memiliki posisi strategis sebagai wadah para pelaku usaha. Organisasi tersebut dapat dilibatkan dalam mempromosikan potensi daerah kepada calon investor.
Terlebih, promosi investasi tidak hanya bertumpu pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP). Sehingga, Pemkot Bontang, Kadin, serta pemangku kepentingan lain dinilai perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
“Ketika ada investor yang datang, seharusnya kami ramai-ramai mempresentasikan potensi Kota Bontang. Pemerintah, PTSP, Kadin, hingga seluruh elemen daerah harus bergerak bersama,” kata Rustam saat dikonfirmasi, Senin (15/6/2026).
Selain promosi, Rustam menjelaskan, agar memberikan kepastian bagi calon investor. Persoalan keamanan investasi serta sengketa lahan menjadi beberapa hal yang perlu mendapat perhatian.
Kawasan Bontang Lestari turut menjadi sorotan karena diproyeksikan sebagai kawasan industri. Menurut Rustam, persoalan lahan yang muncul sejak tahap survei dapat memengaruhi ketertarikan pelaku usaha.
“Kadang investor baru melakukan survei sudah muncul persoalan sengketa lahan. Hal-hal seperti ini harus diantisipasi ke depan agar tidak mengurangi minat investor,” terangnya.
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Madya Bidang Penanaman Modal DPM-PTSP Bontang, Karel, menyatakan masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi. Pihaknya juga membuka peluang menggelar forum investasi dengan melibatkan pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan terkait.
Rencana tersebut masih membutuhkan dukungan anggaran. Forum investasi diharapkan dapat menjadi ruang untuk membahas strategi serta langkah pengembangan penanaman modal di Bontang.
“Ini menjadi catatan kami untuk mengagendakan satu pertemuan untuk membahas dan sekaligus melakukan semacam rencana pelaksanaan, misalnya Bontang Investment Forum,” tandasnya. (Adv)











Leave a Reply