Bontang – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bontang, menyoroti masih rendahnya kesadaran warga dalam melengkapi data golongan darah pada dokumen kependudukan.
Banyaknya kolom yang dibiarkan kosong membuat pemerintah kembali mengimbau masyarakat untuk segera memperbarui datanya.
Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Bontang, Muhammad Thamrin, menjelaskan, bahwa kelengkapan golongan darah bukan sekadar formalitas administrasi. Data ini memiliki fungsi vital terutama dalam penanganan medis saat kondisi darurat.
“Di lapangan, kami masih menemukan banyak KK dan KTP yang kolom golongan darahnya tidak terisi. Padahal informasi ini bisa menyelamatkan nyawa. Seperti ketika seseorang mengalami kecelakaan dan membutuhkan transfusi cepat, petugas dapat langsung menyesuaikan tindakan,” jelasnya, Rabu (12/11/2025).
Ia menegaskan, pemerintah mencantumkan data golongan darah bukan tanpa tujuan.
Selain penting untuk pelayanan kesehatan, elemen data ini juga membantu pemetaan statistik kependudukan berdasarkan jenis golongan darah.
“Ini bukan sembarang data. Pemerintah mengetahui jumlah penduduk dalam setiap kategori golongan darah. Itu menjadi dasar dalam banyak perencanaan,” tambah dia.
Thamrin menambahkan, masyarakat diminta tidak mengisi golongan darah secara asal.
Perlu dilakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan tetap menjadi syarat utama agar data yang dimasukkan akurat.
“Golongan darah tidak boleh ditebak-tebak. Harus diverifikasi melalui pemeriksaan medis. Kesalahan data justru bisa membahayakan seseorang,” jelasnya.
Meski Disdukcapil tetap memproses dokumen meski kolom tersebut kosong, Thamrin tetap mendorong warga melengkapinya.
Menurutnya, manfaat yang diberikan jauh lebih besar daripada anggapan bahwa informasi tersebut tidak penting.
“Lengkapi saja. Saat terjadi keadaan darurat, data yang akurat mempercepat penanganan,” pungkasnya.












Leave a Reply