BONTANG – Demi memperkuat kemandirian fiskal daerah menjadi salah satu perhatian Fraksi Gerindra DPRD Bontang dalam pembahasan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Fraksi Gerindra mendorong pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kapasitas pendapatan daerah yang bersumber dari potensi lokal guna mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bontang Sem Nalpa Mario Guling, mengatakan, struktur pendapatan daerah masih menunjukkan selisih yang cukup besar antara Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pendapatan transfer.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian karena kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan sangat dipengaruhi oleh kekuatan sumber pendapatan yang dimiliki sendiri.
Meski memberikan apresiasi atas capaian realisasi pendapatan daerah yang mencapai 98,49 persen dari target, Fraksi Gerindra berpandangan peningkatan kemandirian fiskal perlu terus menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Hal ini untuk mengurangi ketergantungan kita serta memangkas selisih pendapatan asli daerah dengan pendapatan transfer,” kata Sem Nalpa -sapaan akrabnya- saat dikonfirmasi, Jumat (19/6/2026).
Ia menjelaskan, kemampuan daerah dalam mengelola sumber pendapatan secara mandiri akan memberikan ruang yang lebih luas dalam menentukan arah kebijakan pembangunan. Semakin besar kontribusi PAD, semakin kuat pula kapasitas pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program sesuai kebutuhan masyarakat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah didorong mengoptimalkan sektor-sektor yang telah menjadi sumber penerimaan daerah sekaligus membuka peluang baru dari potensi ekonomi yang tersedia. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat struktur pendapatan daerah secara berkelanjutan.
Selain penguatan sektor yang telah berjalan, inovasi dalam pengelolaan aset dan potensi ekonomi daerah juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kontribusi PAD. Pendekatan yang adaptif dan kreatif diharapkan mampu menghasilkan sumber penerimaan baru yang memberikan manfaat bagi pembangunan Kota Bontang.
“Kami berharap, pemerintah terus berinovasi dan mengoptimalkan sektor-sektor yang menjadi sumber PAD,” terangnya.
Menanggapi masukan tersebut, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menjelaskan pemerintah daerah telah menjalankan berbagai strategi untuk meningkatkan kontribusi PAD. Beragam upaya dilakukan secara terintegrasi guna memperkuat penerimaan daerah sesuai kewenangan yang dimiliki pemerintah kota.
Salah satu langkah yang ditempuh ialah optimalisasi pemungutan pajak daerah melalui peningkatan pengawasan dan penguatan sistem administrasi. Pemerintah juga terus mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak agar penerimaan daerah dapat tumbuh secara konsisten.
Selain itu, kolaborasi antar perangkat daerah terus diperkuat untuk mendukung pengelolaan pendapatan yang lebih efektif. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengawasan, mempercepat pelayanan, serta memaksimalkan potensi penerimaan yang tersedia.
“Pemkot juga terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan perangkat daerah terkait untuk mendukung pengelolaan PAD yang lebih optimal,” tandasnya. (Adv)














Leave a Reply