Fraksi Gerindra Dorong Evaluasi BUMD agar Retribusi PAD Sejalan dengan Penyertaan Modal

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Bontang, Sem Nalpa Mario Guling. (Istimewa)

BONTANG – Fraksi Gerindra DPRD Bontang mendorong Pemkot Bontang, agar memperkuat pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja perusahaan daerah.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Bontang, Sem Nalpa Mario Guling dalam pembahasan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2025.

Menurutnya, keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memiliki peran strategis dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kontribusi yang diberikan melalui dividen dinilai perlu terus ditingkatkan agar sejalan dengan investasi daerah berupa penyertaan modal yang telah dialokasikan pemerintah.

Bahkan, pengukuran kinerja perusahaan daerah perlu dilakukan secara berkala guna memastikan setiap kebijakan dan program usaha berjalan sesuai target. Evaluasi yang berkesinambungan juga menjadi instrumen penting untuk melihat efektivitas pengelolaan BUMD dalam menghasilkan pendapatan bagi daerah.

“Mengingat dividen menjadi salah satu sumber PAD, maka evaluasi dan analisis seluruh kinerja BUMD perlu dilakukan sehingga PAD yang dihasilkan sebanding dengan penyertaan modal yang diberikan,” kata Sem -sapaan akrabnya- saat dikonfirmasi, Jumat (19/6/2026).

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menjelaskan telah menjalankan sejumlah langkah untuk memperkuat kontribusi BUMD terhadap penerimaan daerah. Berbagai upaya dilakukan sebagai bagian dari strategi meningkatkan kinerja perusahaan milik daerah sekaligus memperluas manfaat layanan kepada masyarakat.

Salah satu kebijakan yang ditempuh ialah penyesuaian tarif Perumda Air Minum (PDAM). Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan operasional perusahaan serta meningkatkan kapasitas pelayanan kepada pelanggan.

Selain sektor air minum, pengembangan jaringan gas rumah tangga juga menjadi fokus penguatan usaha daerah. Program ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan pendapatan PT Bontang Migas dan Energi (Perseroda) sekaligus memperluas akses energi bagi masyarakat.

Pada 2026, Kota Bontang memperoleh tambahan sebanyak 11.553 sambungan jaringan gas rumah tangga yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Penambahan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperluas cakupan layanan dan meningkatkan kinerja usaha di sektor energi.

Dengan bertambahnya jumlah pelanggan, peluang peningkatan pendapatan perusahaan daerah juga semakin terbuka. Kondisi ini diharapkan memberi dampak positif terhadap kontribusi BUMD dalam mendukung PAD Kota Bontang pada tahun-tahun mendatang.

“Pemkot Bontang telah melakukan langkah evaluasi terhadap kinerja BUMD guna memberikan kontribusi yang lebih besar pada PAD, yaitu penyesuaian tarif PDAM dan penambahan jaringan gas rumah tangga,” tandasnya. (Adv)