Muhammad Sahib Desak Penanganan Galian Jargas di Selat Bone Demi Keselamatan Pengguna Jalan

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib. (Doc. Ist/Populismedia)

BONTANG – Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang Muhammad Sahib mendesak kontraktor Jaringan Gas (Jargas) segera menutup lubang galian di Jalan Selat Bone, Gang Satelit, Kelurahan Berebas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan.

Desakan itu disampaikan, setelah adanya laporan warga terkait kendaraan yang beberapa kali terperosok ke drainase saat berupaya menghindari lubang di lokasi pekerjaan.

Menurutnya, kondisi tersebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga melaporkan galian proyek belum mendapat penanganan lanjutan dalam kurun waktu yang cukup lama sehingga berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.

Ia menyebut sedikitnya tiga kendaraan mengalami insiden saat melintas di kawasan tersebut. Situasi itu menjadi perhatian DPRD karena menyangkut keamanan dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas setiap hari.

“Galian Jargas tidak ditutup sudah hampir 3 bulan sudah 3 mobil terperosok masuk parit, tidak ada tanda-tanda dipasang oleh kontraktor,” Kata Muhammad Sahib saat dikonfirmasi, Sabtu (25/7/2026).

Ia menilai setiap pekerjaan infrastruktur perlu disertai langkah pengamanan yang memadai. Selain percepatan penyelesaian pekerjaan, pemasangan rambu atau tanda peringatan juga penting agar pengguna jalan dapat mengantisipasi kondisi di lapangan.

Sementara itu, Manajer Konstruksi PT Noorel Idea, Mulya Munir, menuturkan, keterbatasan tenaga kerja menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penanganan di sejumlah titik proyek.

Saat ini sebagian pekerja masih belum kembali bertugas sehingga jumlah personel yang tersedia di lapangan sekitar 25 orang. Dengan kondisi tersebut, perusahaan melakukan penyesuaian prioritas pekerjaan sambil menunggu tambahan tenaga kerja.

Menurutnya, fokus pekerjaan sementara berada di wilayah Kelurahan Kanaan. Namun, apabila terdapat lokasi yang membutuhkan penanganan segera, perusahaan siap mengalihkan sebagian tenaga kerja untuk mempercepat tindak lanjut di lapangan.

Bahkan, dirinya mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam menyampaikan laporan terkait kondisi proyek. Informasi yang dilengkapi dokumentasi dinilai dapat membantu proses koordinasi dan percepatan penanganan.

“Kami senang jika ada aduan yang disertai foto lokasi karena gampang diarahkan pekerja agar segera ditangani,” tandasnya. (Adv)